Pages

Thursday, 4 June 2015

Network Layer Pada Internet

Network Layer Pada Internet

Daftar Isi

Kata Pengantar .................................................................................................................. i
Daftar Isi ............................................................................................................................  ii
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang.....................................................................................................................  1
Rumusan Masalah ...............................................................................................................   3
Tujuan dan Manfaat............................................................................................................. 3
Ruang Lingkup..................................................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
Pengertian Network Layer ...................................................................................................  4
Internetworking ...................................................................................................................  5
Prinsip Jaringan ...................................................................................................................  8
Network Layer Pada Internet................................................................................................ 21
Arsitektur TCP/IP  ............................................................................................................... 30
Network Layer Pada Jaringan ATM  .................................................................................... 35
Terminologi Cell  ................................................................................................................. 38
ATM Layer   ........................................................................................................................ 43
BAB III PENUTUP
Kesimpulan  ........................................................................................................................ 46
Saran  .................................................................................................................................. 46
Daftar Pustaka  .................................................................................................................... 47
 

BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Jaringan yang terbentuk di dalam sistem terdistrinbusi dibangun dari berbagai macam media transmisi, termasuk kabel, transmisi fiber optis, maupun jaringan menggunakan sistem wireless; hardware yang didalamnya termasuk routers, switch, bridge, hub, repeater, dan network interface lainnya selain itu software yang termasuk di dalamnya protokol stack, pengatur komunikasi, dan driver. Seluruh fungsi dan performa dari sistem terdistribusi tergantung dari seluruh aspek yang ada pada ketiga unsur diatas. Kita harus menghubungkan antara fungsionalitas hardware dan software yang menyediakan fasilitas komunikasi untuk sistem terdistribusi, hal semacam ini disebut dengan communication subsystem. Komputer dan semua peripheral lain yang menggunakan jaringan untuk tujuan komunikasi disebut sebagai host. Sedangkankan istilah node digunakan untuk semua komputer dan switch yang termasuk ke dalam sebuah jaringan.
Internet adalah sebuah subsystem komunikasi tunggal yang menyediakan komunikasi antara semua host yang terkoneksi ke dalam jaringan tersebut. Internet dibangun dari beberapa subnet yang di dalamnya menggunakan berbagai macam teknologi jaringan. Subnet adalah serangkaian node yang saling terkoneksi, yang kesemuanya menggunakan teknologi yang sama untuk terkoneksi satu sama lain. infrastruktur  internet termasuk arsitektur, hardware dan software yang secara efektive terintegrasi dalam berbagai subnet ke dalam sebuah komunikasi data tunggal.
Desain komunikasi dari subsystem sangat tergantung dengan karkteristik dari sistem operasi yang digunakan pada komputer, sistem terdistribusi memkomposisikan semua jaringan tersebut dan membuat mereka mampu terhubung satu sama lain.Komputer generasi awal sengaja dibentuk untuk bertemu dengan sedikit jaringan, dengan aplikasi yang relative simple. Aplikasi jaringan seperti file transfer, remote login, surat elektronik dan newsgroup masih mampu dijalankan. Kelanjutan dari pengembangan sistem terdistribusi dengan dukungan untuk aplikasi program terdistribusi mampu melakukan share file dan resource lain, selain itu mempunyai standar yang lebih tinggi dalam hal performance untuk untuk bertemu dengan berbagai macam aplikasi lain yang lebih interaktif dan kompleks.
Semakin kedepan, dengan semakin berkembangnya komunikasi serta komersialisasi dari internet dan munculnya model-model baru yang digunakan, model-model tersebut meningkatkan kebutuhan secara drastis dalam hal realibility, scalability, mobility, security dan quality of service .
Performance, parameter performa jaringan yang paling diperhatikan adalah performa yang mempengaruhi kecepatan sebuah pesan individu dapat disalurkan antara dua komputer yang saling terhubung. Beberapa komponen parameter tersebut antara lain adalah latency dan data transfer rate.
  1. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penyusun mengambil rumusan masalah diantaranya:
1.    Apa yang disebut dengan network layer?
2.    Apa tugas nework layer pada umumnya?
3.    Apakah pengertian Internetworking?
4.    Apa saja prinsip jaringan dalam Internetworking?
5.    Apa yang dimaksud dengan Switching Scheme?
6.    Apakah yang disebut dengan ATM?
  1. Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang materi yang terkandung dalam Network Layer. Sedangkan manfaat dari makalah ini untuk menambah pengetahuan Network Layer baik secara umum ataupun khusus.
  1. Ruang Lingkup

                Sesuai judul maka  ruang lingkup dari permasalahan ini hanya membahas mengenai pengertian  dan hal-hal yang berhubunga Network Layer.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Network Layer
                 Network layer adalah lapisan ketiga dari bawah dalam model referensi jaringan OSI. Lapisan ini bertanggung jawab untuk melakukan beberapa fungsi berikut:
  1. Pengalamatan logis dan melakukan pemetaan ( routing ) terhadap paket-paket melalui jaringan. Membuat dan menghapus koneksi dan jalur koneksi antara dua nodedi dalamsebuah jaringan.
  2. Mentransfer data, membuat dan mengkonfirmasi penerimaan, dan mengeset ulangkoneksi.Lapisan jaringan juga menyediakan layanan connectionless dan connection-oriented terhadap lapisan transport yang berada di atasnya. Lapisan jaringan juga melakukan fungsinya secara erat dengan lapisan fisik (lapisan pertama)dan lapisan data-link (lapisan kedua) dalam banyak implementasi protokol dunia nyata. Dalam jaringan berbasis TCP/IP, alamat IP digunakan di dalam lapisan ini.
  3. Untuk pengendalian operasi subnet. Masalah desain yang penting adalah bagaimana caranya menentukan route pengiriman paket dari sumber ke tujuannya. Route dapat didasarkan pada table statik yang dihubungkan ke´ network. Route juga dapat ditentukan pada saat awal percakapan misalnyasession terminal. Terakhir, route dapat juga sangat dinamik, dapat berbeda bagi setiap paketnya.
2.2. Internetworking
                 Internetworking adalah praktek menghubungkan jaringan komputer dengan jaringan lain melalui penggunaan gateway yang menyediakan metode umum dari routing informasi paket antara jaringan. The resulting system of interconnected networks is called an internetwork , or simply an internet . Sistem yang dihasilkan dari jaringan interkoneksi disebut internetwork, atau hanya internet.
                 Saat ini dengan perkembangan perangkat IT terutama dibidang Networking telah menjadikan kebutuhan akan infrastruktur sangat tinggi yang membuat para vendor berlomba untuk membuat solusi terintegrasi. Tetapi tidak semua solusi yang diberikan atau ditawarkan oleh vendor sesuai dengan kebutuhan perusahaan, karena strategi bisnis perusahaan akan berbeda-beda sesuai dengan visi dan misi perusahaan.
                 Dahulu pada saat IT menjadi booming dan “anak emas” diperusahaan, penggunaan dana yang unlimited sangat mudah dianggarkan, namun saat ini dengan semakin jenuhnya akan solusi yang diberikan oleh IT ditambah dengan efek dari krisi global, banyak perusahaan mulai “menarik ikat pinggang” untuk belanja produk IT. Pemahanan ini sangat lumrah karena solusi IT dan dampak yang ada sangat susah untuk dituangkan dalam bentuk angka-angka keuntungan diatas kertas.Karena itu perlu adanya pedoman bagi para praktisi / newbie freshgraduate/ peneliti.
untuk membuat pedoman dan langkah-langkah dalam perancangan interkoneksi dan komunikasi. Namun dalam pengembangan jaringan akan mendapatkan tantangan tersendiri, langkah pertama adalah harus mengerti tentang internetworking requirement kita, karena unsure reliability dan internetworking harus tercapai. Penjelasan lebih lanjut tentang reliability dapat membaca tulisan penulis yang lain tentang “isu-isu pada network management”. Saat ini dengan perkembangan perangkat IT terutama dibidang Networking telah menjadikan kebutuhan akan infrastruktur sangat tinggi yang membuat para vendor berlomba untuk membuat solusi terintegrasi. Tetapi tidak semua solusi yang diberikan atau ditawarkan oleh vendor sesuai dengan kebutuhan perusahaan, karena strategi bisnis perusahaan akan berbeda-beda sesuai dengan visi dan misi perusahaan.
Internetwork adalah subsistem komunikasi di mana beberapa jaringan terhubung bersama-sama untuk menyediakan fasilitas komunikasi data umum serta membungkus (menyembunyikan) teknologi dan protokol jaringan komponen individu dan metode yang digunakan untuk interkoneksi mereka. Berikut tipe-tipe jaringan secara umum :

Range
Bandwidth (Mbps)
Latency (Ms)
LAN
1-2 Kms
10-1000
1-10
WAN
Worldwide
0.010-600
100-500
MAN
2-250 Kms
1-150
10
Wireless LAN
0.15-1.5 Km
2-11
5-20
Wireless WAN
Worldwide
0.010-2
100-500
Internet
Worldwide
0.010-2
100500
                 Jaringan perbandingan dari tabel di atas menunjukkan rentang dan karakteristik dari performance berbagai jenis jaringan yang telah kita bahas di atas. Titik tambahan perbandingan yang relevan bagi sistem terdistribusi adalah frekuensi dan jenis kegagalan yang dapat diharapkan pada berbagai jenis jaringan. Keandalan yang mendasarinya mekanisme transmisi data sangat tinggi di semua jenis kecuali jaringan nirkabel, di mana paket sering hilang karena gangguan eksternal. Dalam semua jenis paket jaringan mungkin hilang akibat keterlambatan pemrosesan atau buffer overflow di tempat tujuan. Ini jauh yang paling umum yang menyebabkan hilangnya paket.
Ada banyak teknologi jaringan dengan jaringan, yang berbeda, jalur, dan protokol layer fisik.
    
                 Jaringan lokal dibentuk dari Ethernet dan teknologi ATM, WAN dibangun  jaringan telepon analog dan digital berbagai tipe, jalur satelit dan jaringan wide-area ATM.
Komputer personal jaringan lokal dihubungkan  ke Internet atau intranet dengan modem, ISDN dan koneksi DSL. Untuk membangun network yang terintegrasi (internetwork) kita harus mengintegrasikan beberapa subnet, masing-masing berbasis satu teknologi jaringan. Untuk membuat kemungkinan ini, dibutuhkan:
  1. Mempersatukan skema alamat network yang mendukung paket untuk dialamatkan ke host yang terhubung ke Internet.
  2. Protokol mendefinisikan format paket internetwork dan memberikan aturan menurut yang dihandel.
  3. Komponen Internetworking yang paket route ke tujuannya menggunakan aturan  pengalamatan Internetwork, transmisi paket menggunakan subnet dengan variasi teknologi jaringan.
  1. Router
                 Kita mempunyai catatan bahwa routing  dibutuhkan oleh semua jaringan  kecuali Ethernet dan jaringan wireless, yang mana semua host dihubungkan satu media transmisi. Router bentanggung jawab untuk mengirim paket internetwork yang datang dari beberapa koneksi ke luar koneksi yang benar  seperti yang telah dipelajari dan router menjaga routing tabel sesuai tujuannya.
  1. Bridge
Jaringan jalur Bridge berbeda tipe. Beberapa bridge pada jaringan, dan dimaksud sebagai bridge/router sebab mereka juga  menunjukkan fungsi routing.
  1. Hubs
Hubs adalah alat sederhana untuk menghubungkan antar host dan memperpanjang segmen Ethernet  dan siaran lain melalui teknologi jaringan lokal. Mereka mempunyai sejumlah soket yang masing-masinghost komputer terhubung. Mereka dapat juga digunakan untuk mengatasi batas jarak pada satu segmen dan menyediakan tambahan host.
  1. Switches
Switch mempunyai fungsi mirip router tetapi hanaya untuk jaringan lokal. Mereka menginterkoneksikan  beberapa Ethernet, routing paket yang datang untuk mengorganisir jaringan. Mereka menunjukkan tugasnya pada level Ethernet protokol jaringan. Mereka memulai tanpa pengetahuan lebih luas internetwork dan membuat routing tabel untuk pengamatan lalu lintas. Keuntungan switch dibandingkan hub adalah mereka memisahkan traffic yang datang dan transmisinya hanya relevant ke network yang dituju, mengurangi tabrakandengan jaringan lain yang terhubung.
  1. Tunneling
                 Bridge dan router mentransmisikan  paket internetwork dalam beberapa jaringan, tetapi ada salah satu situasi mendasari protokol jaringan yang disembunyikan tanpa menggunakan Intenetwork protocol khusus. Ketika sepasang node terhubung dua jaringan yang terpisah membutuhkan komunikasi dengan tipe jaringan lain  atau disebut protokol alien. Mereka juga dapat melakukan konstruksi protokol tunnel. Gambar 3.11 mengilustrasikan tujuan penggunaan tunelling untuk mendukung migrasi Internet ke protokol IPv6. IPv6 dimaksudkan untuk menggantikan versi IP yang sebelumnya yaitu IPv4 dan tidak kompatibel dengan itu. Selama waktu transisi ke IPv6 akan menjadi pulau IPv6 pada lautan IPv4.Ilustrasi A dan B seperti pulau. Pulau yg bundar paket IPv6 dienkapsulasi dalam IPv4 dan disalurkan dengan campur tangan IPv4.
2.3. Internet Protokol
                 Internet muncul dua dekade yang lalu melalui proses penelitian dan pengembangan jaringan lingkup luas di USA, mulai tahun 1970 muncul ARPANET, merupakan komputer raksasa pertama yang dikemnbangkan. Bagian penelitian yang dikembangkan adalah protokol TCP/IP (Transmission Control Protocol/ Internet Protokol). Setelah beberapa tahun konsep TCP/IP ini semakin berkembang dan meluas penggunaannya di berbagaia negara.  Aplikasi servis dan protokol level aplikasi bermunculan berbasis TCP/IP seperti Web (HTTP), email (SMTP, POP), netnewas (NNTP), file transfer (FTP) dan Telnet.
                 TCP adalah protokol transport yang digunakan untuk mendukung aplikasi secara langsung atau tambahan protokol sehingga mennyediakan fitur tambahan. Internet protokol  dikembangkan untuk mendukung  aplikasi wide-area sederhana seperti file transfer dan elekronik mail, menyertakan  komunikasi dengan latensi yang relatif tinggi secara geografis. Hasil standarisasi  protokol komunikasi membawa keuntungan besar. Hanya pengecualian signifikan yang diadopsi dari komunikasi TCP/IP yaitu:
1) Penggunaan WAP untuk aplikasi wireless pada alat portabel.
2) Protokol khusus untuk mendukung aplikasi multimedia streaming
2.4. Pinsip Jaringan
                 Dasar untuk jaringan komputer adalah teknik packet switching yang pertama kali dikembangkan di  1960-an. Packet switching adalah langkah radikal dalam telekomunikasi luar jaringan yang digunakan telepon dan telegraf komunikasi, mengeksploitasi kemampuan komputer untuk menyimpan data ketika sedang dalam pengolahan data. Hal ini  memungkinkan paket yang ditujukan ke berbagai tujuan untuk berbagi satu link komunikasi. Paket yang antri di buffer dan ditularkan ketika link tersedia. Komunikasi adalah asinkron – pesan tiba di tempat tujuan setelah penundaan yang bervariasi tergantung pada waktu yang paket diperlukan untuk perjalanan melalui jaringan.
2.4.1. Paket Transmisi
                 Dalam sebagian besar aplikasi jaringan komputer kebutuhan yang terpenting adalah transmisi unit logis infonnation atau pesan – yang urutan dari item data panjang. Namun sebelum pesan yang diteruskan itu dibagi ke dalam paket. Bentuk paling sederhana dari paket adalah urutan data biner (sebuah array dari bit atau byte) yang terbatas panjangnya. Bersama dengan informasi pengalamatan untuk mengidentifikasi resource dan tujuan komputer. Pembatasan panjang paket yang digunakan:
1.    Sehingga setiap komputer di jaringan dapat mengalokasikan buffer penyimpanan yang cukup untuk menahan kemungkinan terbesar masuk paket.
2.    Untuk menghindari penundaan yang tidak semestinya akan terjadi dalam menunggu saluran komunikasi untuk menjadi bebas jika pesan panjang yang ditransmisikan tanpa pembagian
2.4.2. Data Streaming

                 Ada pengecualian utama aturan bahwa komunikasi berbasis pesan paling memenuhi kebutuhan aplikasi. Streaming audio dan video memerlukan bandwidth yang lebih tinggi daripada kebanyakan bentuk komunikasi lainnya di dalam sistem terdistribusi. Transmisi streaming video secara real-time untuk menampilkannya membutuhkan bandwidth sekitar 1,5 Mbps jika data dikompresi atau 120 Mbps jika tidak dikompresi. Waktu permainan „the play time‟ pada unsur multimedia adalah waktu di mana ia harus  ditampilkan (untuk video) atau diubah ke audio (untuk sampel suara). Misalnya, dalam suatu aliran frame video yang memiliki frame rate 24 frame per detik, frame N memiliki waktu bermain yang N/24 detik setelah sungai yang waktu mulai. Unsur yang tiba di tempat tujuan paling lambat waktu bermain mereka tidak lagi berguna dan akan dikeluarkan oleh play time.
2.4.3. Switching Scheme
                 Sebuah jaringan terdiri dari satu set node dihubungkan bersama oleh sirkuit. Untuk mengirimkan informasi antara dua node, sebuah sistem switching diperlukan. Kita mendefinisikan empat jenis switching yang digunakan dalam jaringan komputer di sini.
1.    Broadcast, adalah sebuah teknik transmisi yang tidak melibatkan switching. Semuanya ditularkan pada setiap node, dan terserah kepada calon penerima untuk melihat transmisi dialamatkan kepada mereka. Beberapa teknologi LAN. termasuk Ethernet, adalah berdasarkan broadcast. Jaringan nirkabel kebanyakan didasarkan pada broadcast.
2.    Circuit switching, pada waktu jaringan telepon adalah satu-satunya telekomunikasi jaringan. Operasi mereka sederhana untuk dipahami: ketika memanggil sebuah nomor, sepasang kabel dari telepon ke pertukaran lokal dihubungkan dengan otomatis beralih pada pertukaran dengan sepasang kabel yang terhubung ke telepon pihak lain. Untuk interlokal proses serupa tetapi sambungan ini akan diaktifkan melalui campur tangan sejumlah pertukaran ke tujuannya. Sistem ini disebut somelimes sebagai sistem telepon tua biasa, atau POTS. Ini adalah khas jaringan circuit switching.
3.    Paket switching, Munculnya komputer dan teknologi digital membawa banyak perubahan baru dalam kemungkinan untuk telekomunikasi. Pada tingkat paling dasar, perubahan itu membawahi pengolahan dan penyimpanan. Ini memungkinkan untuk membangun jaringan komunikasi dalam yang berbeda jalur. Jenis baru ini jaringan komunikasi disebut store and forward network. Daripada membuat dan melanggar koneksi untuk membangun sirkuit, store and forward network hanya melalui jaringan ke depan paket dari sumber ke tujuan. Terdapat komputer pada setiap switching node (dimanapun beberapa sirkuit harus saling berhubungan). Paket tiba pada satu simpul pertama kali disimpan dalam memori komputer pada node dan kemudian diproses oleh program yang ke depan ke arah tujuan mereka dengan memilih keluar sirkuit yang akan mentransfer paket ke node lain yang paling dekat dengan yang terakhir tujuan.
4.    Frame Relay store and forward network paket transmisi tidak dibuat seketika. Jaringan tersebut biasanya mengambil dari beberapa puluh mikrodetik untuk beberapa milidetik untuk beralih sebuah paket melalui jaringan cach node, tergantung pada ukuran packet, kecepatan dan hardware jumlah lalu lintas lainnya. Paket dapat disalurkan melalui berbagai node sebelum mereka mencapai tujuan mereka. Sebagian besar Internet didasarkan pada store and forward switching, dan sebagai telah kita lihat, bahkan paket internet pendek biasanya mengambil sekitar 200 milidetik untuk mencapai tujuan mereka.
2.4.4. Protokol
                 Protokol digunakan untuk merujuk seperangkat aturan well-known dan format untuk ia gunakan dalam komunikasi antara proses-proses pada perfoma tugas tertentu. Definisi dari sebuah protokol memiliki dua bagian penting untuk itu:
1.    spesifikasi urutan pesan yang harus dipertukarkan;
2.    spesifikasi format data dalam pesan.
                 Keberadaan protokol well-known memungkinkan komponen-komponen perangkat lunak terpisah sistem terdistribusi untuk dikembangkan secara mandiri dan dilaksanakan di berbagai bahasa pemrograman komputer yang mungkin memiliki kode urutan yang berbeda dan representasi
data. 
                 Protocol layers jaringan software diatur dalam hierarki lapisan. Setiap lapisan menyajikan sebuah antarmuka untuk lapisan di atasnya yang memperpanjang sifat-sifat yang mendasari sistem komunikasi. Sebuah lapisan diwakili oleh sebuah modul di setiap komputer yang terhubung ke jaringan. Gambar diatas menggambarkan struktur dan aliran data ketika sebuah pesan ditularkan menggunakan protokol berlapis. Setiap modul muncul untuk berkomunikasi secara langsung dengan modul pada tingkat yang sama di komputer lain di jaringan, tetapi dalam kenyataannya data tidak ditransmisikan secara langsung antara modul protokol pada tiap tingkat. Sebaliknya, masing-masing perangkat lunak jaringan lapisan berkomunikasi dengan prosedur lokal panggilan dengan lapisan di atas dan di bawahnya.
                 Protokol Suite, sebuah set lengkap lapisan protokol disebut sebagai sebuah protokol suite atau protocol stack, tercermin dari struktur yang berlapis-lapis. Gambar diatas adalah bagaimana sebuah protokol stack yang sesuai dengan tujuh-lapisan Model Referensi Open System Interconnection (0SI) diadopsi oleh Organisasi Standar Internasional (ISO) LISA 1992]. OSI Model diadopsi dalam rangka mendorong pengembangan protokol standar yang akan memenuhi persyaratan dari sistem terbuka.
Walaupun protokol IP berdiri di posisi sebuah protokol lapisan jaringan dalam Internet suite protokol. MTU-nya luar biasa besar pada 64 Kbytes, (8 Kbytes sering digunakan dalam praktek karena beberapa node tidak dapat menangani packels besar seperti itu). Apapun nilai MTU diadopsi untuk paket. Jika paket lebih besar dari Ethernet MTU dapat muncul dan mereka harus dipecah dalam transmisi.
1.    Port, transport layer bertugas untuk memberikan pesan independen service transportasi antara port jaringan. Ports adalah software-didefinisikan poin tujuan untuk komunikasi dalam sebuah host komputer. Ports di sertakan dalam proses, memungkinkan mereka untuk berkomunikasi dalam pairs. Rincian spesifik abstraksi mungkin akan bervariasi untuk memberikan tambahan properties yang berguna.
2.    Addressing, transport layer bertanggung jawab untuk menyampaikan pesan ke tujuan dengan alamat transport yang terdiri dari alamat nerwork host komputer dan nomor port. Sebuah alamat jaringan adalah angka pengenal yang secara unik mengidentifikasi sebuah komputer host dan memungkinkan pesan harus ditempatkan oleh node yang bertanggung jawab untuk routing data itu. Dalam intemef setiap host computer diberikan nomor IP.
3.    Packet delivery, Ada dua pendekatan untuk pengiriman paket oleh jaringan lapisan:
1.    Paket datagram delivery: The datagram merujuk pada kesamaan ini mode pengiriman dengan cara di mana surat dan telegram yang disampaikan. Penting fitur jaringan datagram adalah bahwa pengiriman setiap paket adalah ‘one-shot’ proses.
2.    Virtual circuit packet delivery: Beberapa level Layanan jaringan paket mengimplementasikan transmisi dengan cara yang analog dengan jaringan telepon. Virtual circuit harus ditetapkan dengan paket-paket sebelum dapat lulus dari sumb
4.  Routing
Algoritma routing terdiri dari 2 bagian:
1) Harus dapat mengambil keputusan yang mendeterminasikan jalur yang diambil oleh masing-masing paket yang melewati jaringan. Dalam layer jaringan circuit-switched seperti X.25 jaringan frame relay seperti ATM, jalurnya dideterminasikan kapanpun pada sebuah sirkuit virtual atau koneksi yang dibentuk. Dalam layer jaringan packet-switched seperti IP dideterminasikan secara terpisah untuk masing-masing paket, dan algoritmanya harus sederhana dan efisien jika tidak akan mengurangi performa jaringan.
2) Harus dapat melakukan update informasi jaringan secara dinamis berdasarkan pengamatan lalu lintas dan perubahan konfigurasi deteksi atau kegagalannya. Aktivitas ini menggunakan waktu yang sedikit kritis, lebih lambat dan lebih menggunakan teknik komputasi yang intensif.
Perubahan informasi jaringan pada router  dengan node tetangganya dengan mengirimkan kesimpulan routing tabelnya digunakan sebuah Routing Information Protocol (RIP). RIP menunjukkan router didiskripsikan secara informal mengikuti:
1.    Secara periodis dan kapanpun perubahan local routing tabel,  mengirimkan  table (dalam summary) untuk semua tetangga yang diakses. Untuk itu, pengiriman paket RIP berisi sebuah salinan tabel untuk masing-masing jalur keluar yang tidak salah.
2.    Ketika sebuah tabel diterima dari router tetangga, jika penerimaan tabel menunjukkan sebuah route ke tujuan yang baru, atau jalur yang lebih baik (nilai rendah) ke tujuan yang telah ada, kemudian update local tabel dengan route baru. Jika tabel diterima pada jalur n dan memberika nilai berbeda daripada local tabel untuk sebuah route yang dimulai dengan jalur n kemudian menggantikan nilai local tabel pada harga yang baru. Ini dilakukan sebab tabel baru menerimadari sebuah router yang lebih dekat ke tujuan yang relevan dan oleh karena itu selalu berwenang untuk route yang melewatinya.
  1. Pengalamatan IP
            Aspek yang mungkin menjadi tntangan terbesar dalam desain IP yaitu skema konstruksi nama dan pengalamatan host untuk routing paket IP untuk tujuannya. Skema digunakan untuk menandai alamat host ke jaringan dan  komputer terhubung harus mencakup ketentuan beikut:
1) Harus universal, host banyak harus dapat mengirim paket ke host lain dalam Internet.
2) Harus efisien dalam penggunaan alokasi alamat, kemungkinannya dapat diprediksi ukuran Internet dalam sejumlah jaringan dan alamat host seperti yang dibutuhkan. Alokasi alamat harus dipartisi secara hati-hati untuk menjamin alamat tersebut berfungsi.
3) Skema alamat harus dipinjamkan sendiri  untuk mengembangkan skema routing yang efisien dan fleksibel, tetapi  alamatnya tidak berisi informasi yang banyak dibutuhkan untuk route sebuah paket ke tujuannya.
1.    IP Protocol
               IP Protocol mentransmisikan datagram dari satu host ke host lainnya, biasanya melewati router pertengahan. Format IP paket secara penuh sangat kompleks , tetapi gambar 3.17 menunjukkan komponen utamanya.  Ada beberapa header field, tidak ditunjukkan dalam diagram, itu digunakan oleh transmisi dan algoritma routing.
1) Address Resolution
            Modul resolusi alamat berkewajiban untuk  konversi alamat Internet untuk alamat jaringan spesifik tertentu (alamat fisik). Contohnya, jika jaringan dasar adalah Ethernet, resolusi alamat mengkonversi alamat Internet 32 bit ke alamat Ethernet 48 bit.
2) IP Spoofing
            Kita telah melihat paket IP berisi alamat sumber, alamat IP pada pengiriman komputer.  Bersama dengan  alamat yang terenkapsulasi dalam data field (untuk  paket UDP dan TCP) sering digunakan oleh server untuk menggenerate alamat kembalian. Tidak ada jaminan alamat sumber memberi kenyataan alamat pengirim. Pengirim jahat dapat dengan mudah mengganti alamat yang berbeda dari yang sebenarnya dimiliki. Metode yang digunakan untuk menyebarkan layanan permintaan ping dalam jumlah yang besar pada komputer. Ping jahat meminta semua isi alamat IP sebagai target komputer dalam pengirim field alamat. Ping merespon target secara langsung dengan memasukkan  buffer, mencegah legitimasi paket IP berjalan.
2.         IP Routing
            Paket layer IP route dari sumbernya ke tujuannya. Masing-masing  router  pada Internet mengimplementasikan software layer IP untuk menyediakan algoritma routing.
1) Backbone
            Backbone merupakan suatu media transmisi utama yang biasanya menyebar ke berbagai arah suatu daerah tertentu san biasanya dipetakan. Router yang terhubung dari area non- backbone  ke backbone, jalurnya disebut jaringan backbone. Jalur pada backbone biasanya  mempunyai bandwidth tinggi dan replikasi  untuk reabilitas.
2) Routing protocol
            RIP versi 1 merupakan algoritma pertama yang digunakan dalam Internet dan merupakan algoritma distance vektor. RIPv2 dikembangkan mengakomodasi  tambahan kebutuhan baru, termasuk classless interdomain routing., multicast yang lebih baik dan dibutuhkan autentikasi pekt RIP untuk mencegah serangan pada router.


3) Default route
        Sampai sekatrang, diskusi kita tentang algoritma routing telah menyarankan agar setiap router  menjaga routing tabel secara penuh, menunjukkan jalur ke setiap tujuan dalam Internet. Skala Internet sekarang jelas tidak mungkin (nomer tujuan mencapai 1 juta dan masih terus berkembang dengan cepat. Solusi pertama mengadopsi beberapa form grup topologi alamat IP.
            Contoh aplikasi berdasarkan regional sebagai berikut:
·      Alamat 194.0.0.0 sampai 195.255.255.255 untuk Eropa
·      Alamat 198.0.0.0 sampai 199.255.255.255 untuk Amerika Utara
·      Alamat 200.0.0.0 sampai 201.255.255.255 untuk Amerika Tengah dan Selatan
·      Alamat 202.0.0.0 sampai 195.203.255.255 untuk Asia dan Pasifik
        Solusi kedua membuat ukuran routing tabel sesederhana dan se efektif mungkin. Dasarnya  pengamatan akurasi routing informasi dapat disederhanakan dari sejumlah besar router ke  beberapa router saja yang menutup jalur backbone.
4) Routing pada subnet lokal
        Alamat paket host pada jaringan yang sama sebagai pengirim ditransmisikan ke host tujuan  pada hop tunggal, menggunakan identifier host alamat untuk mendapatkan alamat tujuan host pada dasar jaringan. Secara sederhana layer IP menggunakan ARP untuk mendapatkan alamat jaringan tujuan dan kemudian menggunakan jaringan dasar untuk trasnsmisi paket.
5)  Classless Interdomain Routing (CIDR)
        Masalah utama adalah  kekurangan alamat kelas B untuk subnet lebih dari 255 host. Alokasi kelas C tersedia. Solusi CIDR untuk masalah ini untuk mengalokasikan sekumpulan alamat kelas C yang berkelanjutan untuk sebuah subnet dibutuhkan  lebih dari 255 alamat. Skema CIDR juga membuat kemungkinan  membagi sub alokasi alamat kelas B  untuk alokasi multiple subnet.
3.         IP version 6
            IPv6 muncul sebagai inovasi baru untuk menambah alokasi alamat IP dari IPv4 yang masih kurang untuk mencakup kebutuhan sekarang dan masa depan. Platform baru yang dibuat akan mendukung IPv4 dan IPv6 sehingga memudahkan proses migrasi dari IPv4 ke IPv5. Berikut ini bagian utama IPv6:
1) Alokasi alamat
     Panjangnya 128 bit (16 byte)
2) Kecepatan routing
     Menggunakan header yang lebih baik sehingga kecepatannya routing bertambah.
3) Layanan real-time dan khusus
     Menggunakan label aliran dan prioritas.
4) Evolusi masa depan
     Sebagai generasi header berikutnya.
5) Multicast dan anycast
     Baik IPv4 maupun IPv6 mendukung  transmisi multiole host dengan satu alamat saja.
6) Keamanan
            Menggunakan ransmisi private data
      5.  Mobil IP
            Komputer mobile seperti laptop dan palmlaptop dihubungkan ke Internet di lokasi yang berbeda-beda dan berpindah-pindah tempat. Laptop di kantor mungkin terhubung dengan Ethernet, terhubung ke Internet dengan router  dan dapat terhubung lewat mobile phone. Semua koneksi tersebut menggunakan IP dinamis (DHCP) dimana IPnya dapat berubah- rubah sesuain waktu, lokasi dan keadaan.
  1. TCP dan UDP
            TCP dan UDP menyediakan kemampuan Internet dalam bentuk yang berguna untuk program aplikasi.  Developer aplikasi mungkin menginginkan layanan lain dari servis transfer, contohnya untuk menyediakan jaminan dan keamanan, akan tetapi servis tersebut akan membutuhkan lebih banyak dukungan daripada yang disediakan oleh IPv4. Saat ini akan dijelaskan fungsi-fungsi kegunaan yang diberikan oleh TCP dan UDP kepada IP.
1.     Kegunaan Port Karakteristik pertama yang harus diperhatikan adalah IP mensupport komunikasi antara 2 atau lebih komputer (diidentifikasi berdasarkan alamat IP-nya), TCP dan UDP, sebagai protokol transfer, harus menyediakan komunikasi antar prosesnya. Hal ini diselesaikan dengan menggunakan port. Nomor-nomor port digunakan untuk mengalamatkan suatu pesan ke dalam suatu proses di dalam suatu komputer dan hanya valid untuk komputer tersebut. Sebuah nomor port terdiri dari 16-bit integer. Saat IP paket diterima oleh host tujuan, TCP dan UDP layer software akan membaginya ke dalam proses-proses berdasarkan port-port yang spesifik dalam host tersebut.
2.    Fitur UDP UDP hampir seperti replika transfer-level dari IP. Sebuah UDP datagram di enkapsulasi di dalam IP paket. UDP datagram mempunyai header yang mengikutsertakan sumber dan alamat port tujuan (alamat host yang sesuai telah berada pada IP header), sebuah length field dan checksum. Kita telah mengetahui bahwa IP paket dapat di-drop akibat kemacetan atau network error. UDP tidak menyediakan mekanisme yang reliabel kecuali checksum-nya, yang mana merupakan optional. Apabila field checksum tidak nol maka komputer host yang menerima akan mengecek angka dari paket tersebut dan membandingkannya dengan checksum yang telah diterima; apabila paket tersebut tidak sesuai maka akan di-drop.
3.     Fitur TCP TCP menyediakan fitur-fitur yang lebih canggih. Ia menyediakan pengantaran yang lebih reliabel untuk byte yang panjang via abstraksi programming yang stream-based. Mensyaratkan adanya jaminan keandalan pengiriman ke proses penerimaan semua dari data yang disajikan kepada perangkat lunak TCP dengan proses pengiriman, dalam urutan yang sama. TCP merupakan connection-oriented. Sebelum data yang ditransfer, pengirim dan penerima proses harus bekerja sama dalam pembentukan bi-directional sebuah saluran komunikasi. Sambungan hanya end-to-end perjanjian untuk melakukan transmisi data yang dapat diandalkan; intermediate node seperti router tidak memiliki pengetahuan tentang koneksi TCP, dan paket IP yang mentransfer data dalam transmisi TCP tidak harus semua mengikuti rute yang sama.
            TCP layer menyediakan mekanisme tambahan untuk menjamin reliabilitasnya. Berikut keunggulan-keunggulannya:
           
            Sequencing: Sebuah Proses pengiriman TCP membagi sungai menjadi urutan segmen data dan mengirimkannya sebagai paket IP. Sebuah nomor urut dilampirkan ke setiap segmen TCP. Ini memberikan jumlah byte dalam sungai untuk byte pertama dari segmen. Penerima menggunakan nomor urut untuk memesan segmen yang diterima sebelum menempatkan mereka di sungai input pada proses penerimaan. Tidak ada segmen dapat ditempatkan pada input sungai sampai semua segmen bernomor lebih rendah telah diterima dan ditempatkan di sungai, sehingga segmen yang tiba keluar oforder harus diadakan di sebuah penyangga sampai tiba para pendahulu mereka.

            Flow control: Pengirim memastikan untuk tidak membanjiri receiver atau mengintervensi nodenya. Hal ini dicapai dengan sistem acknowledgements segmen. Setiap kali berhasil penerima menerima catatan yang segmen itu nomor urut. Dari waktu ke waktu mengirimkan penerima pengakuan ke pengirim memberikan nomor urutan tertinggi nomor- segmen dalam aliran input bersama-sama dengan ukuran jendela. Jika ada aliran balik data, penghargaan yang dibawa dalam segmen data normal, kalau mereka bepergian di segmen pengakuan. Lapangan ukuran jendela dalam segmen pengakuan menentukan jumlah data bahwa pengirim diperbolehkan untuk dikirim sebelum pengakuan berikutnya.

            Retransmission: Pengirim mencatat nomor urutan segmen yang mengirimkan. Ketika menerima pengakuan itu mencatat bahwa segmen telah berhasil diterima dan mungkin
kemudian menghapusnya dari buffer outgoing. Jika salah satu segmen tidak diakui dalam batas waktu tertentu, pengirim mentransmisikan kembali itu.
            Buffering: Penyangga yang masuk pada penerima digunakan untuk keseimbangan aliran antara pengirim dan penerima. Jika masalah proses penerimaan operasi menerima lebih lambat dari isu-isu pengirim mengirim operasi, jumlah data dalam buffer akan tumbuh. Biasanya diekstrak dari buffer sebelum menjadi penuh, tetapi pada akhirnya mungkin buffer overflow dan ketika itu terjadi masuk segmen tersebut hanya menjatuhkan tanpa merekam kedatangan mereka. Oleh karena itu, kedatangan mereka tidak diakui dan pengirim wajib untuk mentransmit ulang.
Checksum: Setiap segmen membawa checksum yang meliputi header dan data dalam segmen. Jika segmen yang diterima tidak sesuai dengan checksum maka segmen dijatuhkan.
  1. Domain Names
            DNS (Domain Names System) diimplementasikan sebagai proses server yang dapat dijalankan pada komputer host mana saja di Internet. Setidaknya ada dua DNS server di setiap domain dan sering lebih. Server di setiap domain memegang sebuah peta parsial dari pohon nama domain di bawah domain. Mereka harus memegang setidaknya porsi yang terdiri dari semua domain dan nama host di dalam domain, tetapi mereka sering mengandung porsi yang lebih besar dari pohon. Menangani permintaan DNS server untuk menerjemahkan nama domain di luar bagian dari pohon dengan mengeluarkan permintaan ke server DNS di domain yang relevan, melanjutkan rekursif dari kanan ke kiri menyelesaikan nama segmen. Terjemahan yang dihasilkan kemudian di-cache di server yang menangani permintaan yang asli sehingga permintaan masa depan bagi penyelesaian mengacu pada nama-nama domain yang sama akan dapat diselesaikan tanpa merujuk ke server lain. DNS tidak akan dapat dilaksanakan tanpa banyak menggunakan caching, karena ‘root’ nama server akan berkonsultasi dalam hampir setiap kasus, menciptakan akses pelayanan kemacetan.
  1. Firewalls
            Hampir semua organisasi membutuhkan konektivitas internet untuk memberikan layanan kepada pelanggan mereka dan eksternal lainnya pengguna dan untuk memungkinkan pengguna internal mereka untuk mengakses informasi dan layanan. Komputer di kebanyakan organisasi cukup beragam, menjalankan berbagai sistem operasi dan aplikasi perangkat lunak. Keamanan perangkat lunak mereka bahkan lebih beragam, beberapa di antaranya dapat mencakup negara-of-the-art keamanan, tetapi sebagian besar akan memiliki sedikit atau tidak memiliki kemampuan untuk memastikan bahwa komunikasi masuk dapat dipercaya dan komunikasi keluar swasta jika diperlukan. Ringkasnya, dalam sebuah intranet dengan banyak komputer dan berbagai perangkat lunak itu tidak dapat dihindari bahwa beberapa bagian dari sistem akan memiliki kelemahan yang memaparkannya pada serangan keamanan.
            Tujuan dari firewall adalah untuk memantau dan mengendalikan semua komunikasi masuk dan keluar dari intranet. Firewall ini diterapkan oleh serangkaian proses yang bertindak sebagai pintu gerbang ke intranet, menerapkan kebijakan keamanan ditentukan oleh organisasi.
Tujuan dari kebijakan keamanan firewall dapat mencakup salah satu atau semua hal berikut :
1.    Service control : Untuk menentukan layanan yang host internal dapat diakses untuk akses eksternal dan untuk menolak semua permintaan layanan yang masuk lainnya. Outgoing servicerequests dan tanggapan kepada mereka mungkin juga dikendalikan. Tindakan penyaringan ini dapat didasarkan pada isi dari paket IP dan TCP dan UDP permintaan yang mengandung. Misalnya, masuk permintaan HTTP dapat ditolak kecuali mereka akan diarahkan ke server web resmi host.
2.    Behaviour control : Untuk mencegah perilaku yang melanggar kebijakan organisasi, adalah anti-sosial atau tidak memiliki tujuan yang jelas dan sah sehingga dicurigai membentuk bagian dari sebuah serangan. Beberapa tindakan penyaringan ini mungkin dapat diterapkan pada tingkat LP atau TCP, tetapi yang lain mungkin memerlukan pesan penafsiran di tingkat yang lebih tinggi. Sebagai contoh, penyaringan email ‘spam’ serangan mungkin memerlukan pemeriksaan alamat email pengirim di header pesan atau bahkan isi pesan.
3.    User control : Organisasi mungkin ingin membedakan antara para penggunanya, yang memungkinkan beberapa akses ke layanan eksternal tetapi menghambat orang lain dari berbuat demikian. Contoh pengguna kontrol yang mungkin lebih dapat diterima secara sosial daripada beberapa adalah untuk mencegah perangkat lunak mengakui kecuali untuk pengguna yang merupakan anggota tim administrasi sistem, dalam rangka untuk mencegah infeksi virus atau perangkat lunak untuk mempertahankan standar. Contoh khusus ini sebenarnya sulit untuk menerapkan tanpa menghambat penggunaan Web oleh pengguna biasa.
Kebijakan harus dinyatakan dalam operasi penyaringan yang dilakukan oleh proses penyaringan yang beroperasi pada beberapa tingkatan yang berbeda:
1.    IP packet filtering : Ini adalah proses penyaring memeriksa paket IP individu. Mungkin membuat keputusan berdasarkan alamat tujuan dan sumber. Mungkin juga memeriksa jenis layanan bidang paket IP dan menafsirkan isi pengepakan berdasarkan jenis. Misalnya. itu mungkin filter paket-paket TCP berdasarkan nomor port yang mereka ditangani. dan karena jasa umumnya terletak di pelabuhan terkenal. ini memungkinkan paket data dapat disaring berdasarkan layanan yang diminta. Misalnya. banyak pejantan melarang penggunaan NFS server oleh klien eksternal.
2.    TCP gateway : Sebuah proses gateway TCP cek semua koneksi TCP permintaan dan segmen transmisi. Ketika proses gateway TCP terinstal, setting-up koneksi TCP dapat dikontrol dan segmen TCP dapat diperiksa kebenaran (beberapa denial of service serangan menggunakan TCP kelainan bentuk segmen untuk mengganggu sistem operasi klien). Bila dikehendaki, mereka dapat disalurkan melalui tingkat-aplikasi gateway untuk memeriksa konten.
3.    Application-level gateway : Aplikasi tingkat proses gateway bertindak sebagai proxy untuk proses aplikasi. Sebagai contoh, kebijakan yang diinginkan internal tertentu yang memungkinkan pengguna untuk melakukan koneksi Telnet ke host eksternal tertentu. Ketika seorang pengguna menjalankan program Telnet di komputer lokal, ia mencoba untuk membangun sebuah koneksi TCP dengan remote host. Permintaan ini dicegat oleh TCP gateway. TCP gateway Telnet proxy memulai proses dan koneksi TCP yang asli adalah diarahkan untuk itu. Jika proxy Telnet menyetujui operasi (pengguna berwenang untuk menggunakan host yang diminta) itu membentuk hubungan lain yang diminta tuan rumah dan kemudian relay semua paket-paket TCP di kedua arah. Proses proxy serupa akan dijalankan di Telnet nama masing-masing klien, dan proxy yang sama bisa digunakan untuk FTP dan layanan lainnya.
Keamanan dapat ditingkatkan dengan menggunakan dua router / filter secara seri, dengan benteng dan server publik yang terletak di subnot terpisah yang menghubungkan router / filter. Konfigurasi ini memiliki beberapa keuntungan keamanan:
1.    Jika kebijakan benteng ketat, alamat IP dari host di dalam intranet bahkan tidak perlu dipublikasikan ke dunia luar, dan alamat di dunia luar tidak perlu diketahui komputer internal, karena semua komunikasi eksternal melewati proxy presesi di benteng, yang tidak memiliki akses ke kedua.
2.    Jika router pertama / filter ditembus atau terganggu, yang kedua, yang tidak terlihat dari luar intranet dan karenanya kurang rentan. tetap untuk mengambil dan menolak paket IP tidak dapat diterima.
3.    Virtual private networks Virtual private network (VPN) memperpanjang batas perlindungan firewall di luar intranet lokal dengan menggunakan saluran aman cryptographically dilindungi di tingkat IP. Pada Subbab 3.4.4, kita diuraikan keamanan IP ekstensi yang tersedia di IPv6 dan IPv4 dengan IPSec tunnelling [Thayer 1998]. Ini adalah dasar bagi pelaksanaan VPN. Mereka mungkin dapat digunakan untuk setiap pengguna eksternal atau untuk melaksanakan koneksi aman antara intranet yang terletak di lokasi yang berbeda menggunakan link Internet publik.
9.    Network Layer Pada Internet
1.     Model Jaringan Komputer
Dalam dunia Jaringan Komputer dikenal 2 jenis model networking, Model OSI dan Model TCP/IP. Model digunakan untuk merancang jaringan computer secara efektif dan efisien. Berikut adalah beberapa keuntungan diciptakannya model networking :
1.    Membantu mem-”break-down” fungsi-fungsi dalam network menjadi lebih spesifik.
2.    Membentuk standard pembuatan perangkat network bagi para vendor.
3.    Mengacu pada sebuah model dapat mempermudah proses troubleshoot masalah-masalah yang ditemukan pada network.
4.    Memungkinkan vendor untuk fokus pada sebuah area tertentu dalam network dalam membuat produk.
  1. Model OSI 
Model OSI (Open System Interconnection) merupakan standard yang mendefinisikan semua aspek komunikasi dalam jaringan computer. Open System disini berarti protokol-protokol dapat digunakan untuk komunikasi antar sistem yang berbeda. Model OSI hanyalah sebuah model untuk memahami cara kerja dan arsitektur jaringan komputer.
Model OSI terdiri dari 7 layer, dimana setiap layer mendefinisikan sekumpulan fungsi layanan (service) yang berbeda sehingga memungkinkan komunikasi data melalui jaringan computer. Dalam satu mesin, setiap layer mendapat servis dari layer dibawahnya. Sedangkan, dalam mesin yang berbeda, layer yang sama saling berkomunikasi (peer-to-peer communication) dan diatur oleh sebuah protokol.
Setiap layer dalam model OSI memiliki tugas dan fungsi tersendiri.
  1. Layer 7 (Application)
    Di layer inilah user mulai berinteraksi dengan network. Layer ini berfungsi sebagai penghubung antara aplikasi-aplikasi komputer (Mozilla, Yahoo Messenger, dan lain-lain) sehingga dapat saling berkomunikasi. Beberapa contoh service pada layer ini :
  1. File Transfer
  2. Mail services
  3. Web services
  1. Layer 6 (Presentation)
Layer ini mendefinisikan bagaimana format data ditampilkan kepada user, sehingga data yang dikirimkan dapat dikenali oleh komputer penerima. Di layer ini juga terjadi beberapa proses :
  1. Translasi : interopearbilitas antara metode encoding yang berbeda.
  2. Compression : kompresi data pada sisi pengirim dan dekompresi pada sisi penerima.
  3. Encryption : enkripsi pada sisi pengirim dan dekripsi pada sisi penerima
Contoh format data : jpg, avi, ASCII, binary.
  1. Layer 5 (Session)
Layer ini berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana 2 buah komputer menjalin, mengontrol, dan mengakhiri komunikasi. Sering disebut juga sebagai session manager.
  1. Layer 4 (Transport)
Tugas layer transport adalah untuk menjalin komunikasi end-to-end logik antara 2 buah komputer. Yang dimaksud disini adalah bagaimana transfer data dari sebuah aplikasi pada 1 komputer dapat sampai pada aplikasi yang tepat pada komputer yang dituju.
Berikut adalah beberapa fungsi dan proses yang terjadi pada layer transport antara lain :
  1. Segmentasi data pada sisi pengirim dan menyatukannya kembali (reassemble) pada sisi penerima.
  2. Memastikan data sampai pada tujuan dengan urutan yang benar (sequencing) dan terhindar dari error (error recovery).
  3. Flow control
  4. Acknowledgement
  5. Retransmission
Komunikasi end-to-end logik diimplementasikan dengan penggunaan port-addressing, merelasikan port-number dengan service yang berkaitan. Berikut adalah contoh beberapa well-known port untuk beberapa service yang telah didefinisikan pada layer ini:
  1. Port 80 untuk service http
  2. Port 21 untuk service ftp
  3. Port 22 untuk service ssh
  4. Port 25 untuk service smtp, dan lain lain.
Ada 2 tipe metode pengiriman data pada layer ini :
  1. Reliable, Connection-Oriented
  2. Unreliable, Connectionless.
Bentuk data atau lebih dikenal dengan PDU (Protocol Data Unit) pada layer ini biasa disebut Segment dan Datagram.
  1. Layer 3 (Network)
Beberapa fitur dan fungsi pada layer ini antara lain :
  1. Menyediakan pengalamatan logik (IP Address).
  2. Menemukan alur terbaik ke suatu tujuan (Routing).
  3. Juga menyediakan fitur :
  1. Packet Filtering
  2. Packet Forwarding
  1. Device : Switch Layer 3, Router, MLS.
  2. Bentuk Data : Packet.
  1. Laye 2 (Data Link)
  1. Menyediakan pengalamatan fisik (MAC address).
  2. Mendeteksi error (error detection) dengan Frame Check Sequence (FCS).
  3. Tidak melakukan error recovery.
  4. Flow control : agar penerima tidak kebanjiran data yang diterima.
  5. Device : Switch Layer 2, Bridge.
  6. Protocol : ARP, RARP.
  7. Bentuk Data : Frame.
  1. Layer 1 (Physical)
  1. Mengatur bagaimana data diletakkan dalam media komunikasi (kabel).
  2. Melakukan konversi bit-bit frame data link menjadi sinyal-sinyal elektronik (encode) kemudian mengirimkan sinyal tersebut ke media fisik.
  3. Juga mendefinisikan fungsi dan prosedur agar transmisi data bisa terjadi.
  4. Transmission rate : Menentukan kecepatan pengiriman data.
  5. Media fisik : Kabel UTP, Fiber, Wireless.
  6. Bentuk Data : Bits.
Pada saat pengiriman data, data yang dikirimkan oleh user akan menuruni 7 layer model OSI dari layer application sampai layer physical. Setiap layer yang dilewati akan membungkus data user dengan sebuah header. Proses ini disebut enkapsulasi data.Pada proses enkapsulasi, setiap header yang ditambahkan berisi informasi-informasi yang spesifik untuk setiap layer. Pada saat penerimaan data, data yang diterima oleh user akan menaiki 7 model OSI dari layer Physical sampai application. Setiap layer akan mengupas bungkus header yang bersesuaian, layer Network akan mengupas header yang ditambahkan oleh layer Network pengirim. Proses ini disebut dekapsulasi data. Pada proses dekapsulasi, informasi yang ada pada header akan dibaca untuk di proses lebih lanjut.
  1. Same layer Interaction : Header yang diletakkan oleh sebuah layer OSI pada sisi host pengirim akan dikupas oleh layer OSI yang sama pada sisi host penerima. Misal, layer Transport pada sisi penerima hanya akan mengupas header yang diletakkan oleh layer Transport pada sisi pengirim.
  1. Adjacent layer Interaction : Interaksi antar-layer pada host yang sama. Layer Network berinteraksi dengan layer Transport dan layer Data Link, dan seterusnya.
2.  Model TCP/IP 
Meski Model OSI telah diakui secara universal, namun standard yang dipakai Internet hingga kini adalah standard TCP/IP. Model TCP/IP dan TCP/IP Protocol Suite memungkinkan komunikasi data antara 2 komputer dari mana pun dengan sangat cepat. TCP/IP dibuat oleh Department of Defense (DoD) Amerika karena menginginkan sebuah network yang bisa survive dalam kondisi apapun, meski dalam keadaan perang.
TCP/IP merupakan sekumpulan protokol (Protocol Suite) komunikasi yang digunakan dalam Internet.
  1. Application Layer
  1. Menangani protokol-protokol high-level, isu-isu representasi, encoding, dan kontrol session.
  2. Menyediakan layanan (services) bagi software yang berjalan pada komputer.
  3. Tidak menggambarkan software itu sendiri, tapi services yang dibutuhkan oleh software tersebut.
  4. Sebagai interface antara software yang berjalan pada komputer dengan network.
Contoh protokol yang beroperasi pada layer ini antara lain :
  1. http
  2. ftp
  3. smtp
  4. telnet
  5. dan lain-lain.
  1. Transport Layer
Beberapa fungsi yang dijalankan oleh Transport Layer antara lain :
  1. Menyediakan services transport dari host pengirim ke penerima.
  2. Melakukan segmentasi data dari layer application pada sisi pengirim kemudian menyusunnya kembali pada sisi penerima.
  3. Menangani isu-isu reliability, flow control, dan error correction.
  4. Reliability menggunakan sequence numbers(seq) dan acknowledgements(ack).
  5. Flow control menggunakan sliding windows.
Transport Layer Terdiri dari 2 protokol utama :
  1. Transmission Control Protocol (TCP)
  2. User Datagram Protocol (UDP)
  1. Internet Layer
Lapisan Internet bertanggung jawab dalam proses pengiriman paket ke alamat yang tepat. Pada layer ini terdapat tiga macam protokol, yaitu IP, ARP, dan ICMP. IP (Internet Protocol) berfungsi untuk menyampaikan paket data ke alamat yang tepat. ARP (Address Resulotion Protocol) ialah protokol yang digunakan untuk menemukan alamat hardaware dari host/komputer yang terletak pada network yang sama. Sedangkan ICMP (Internet Control Massage Protocol) ialah protokol yang digunakan untuk mengirimkan pesan dan melaporkan kegagalan pengiriman data.
Beberapa fungsi dan fitur yang ada pada Internet Layer antara lain :
  1. Menyediakan pengalamatan logik (IP Address) sehingga setiap komputer memiliki IP address yang berbeda (unik).
  2. Menentukan proses routing sehingga router dapat menentukan kemana paket harus dikirimkan agar sampai ke tujuan.
  3. Memilih jalur terbaik (best path) yang harus ditempuh oleh paket.
  4. Protokol utama pada layer ini adalah : IP.
Beberapa protokol yang beroperasi pada layer ini antara lain :
  1. IP (Internet Protocol)
  1. Unreliable, connectionless, best-effort : yang berarti IP tidak melakukan pengecekan maupun koreksi terhadap error dan paket bisa saja tiba tidak berurutan.
  2. Fungsi-fungsi tersebut ditangani oleh protokol pada layer diatasnya (transport).
  1. ARP (Address Resolution Protocol)
    1. Digunakan untuk mengasosiasikan IP address dengan physical address.
    2. ARP digunakan untuk mencari physical address dari node jika IP address diketahui.
  2. RARP (Reserve Address Resolution protocol)
    1. Kebalikan dari ARP, memetakan physical address ke IP address.
  3. ICMP (Internet Control Message Protocol)
    1. Mekanisme digunakan host dan gateway untuk mengirim notifikasi masalah datagram ke pengirim.
    2. ICMP mengirim query dan error reporting message.
  4. IGMP (Internet Group Message Protocol)
    1. Digunakan utk memudahkan transmisi simultan dari suatu message ke group penerima (Multicast)
  1. Network Access Layer
Lapisan Network bertanggung jawab mengirim dan menerima data ke dan dari media fisik. Media fisiknya dapat berupa kabel, serat optik atau gelombang radio. Karena tugasnya ini, protokol pada layer ini harus mampu menterjemahkan sinyal listrik menjadi data digital yang di mengerti oleh komputer, yang berasal dari peralatan lain yang sejenis.
  1. Disebut juga layer host-to-network. Protokol-protokol LAN dan WAN berada pada layer ini.
  2. Menjadi perantara/interface dengan network adapter (Lan Card).
  3. Memformat data menjadi sebuah unit yang disebut frame dan mengkonversi frame tersebut menjadi arus elektrik untuk kemudian di kirimkan melewati medium transmisi.
  4. Mendefinisikan pengalamatan fisik (MAC address) untuk mengidentifikasi kartu jaringan komputer pengirim dan penerima.
  5. Mengecek error pada frame yang diterima (error-checking).
Internet dibangun menggunakan standard protokol-protokol TCP/IP. Model TCP/IP mendapat kepercayaan karena protokol-protokol yang dimilikinya. Sebaliknya, model OSI tidak digunakan untuk membangun jaringan komputer. Model OSI digunakan sebagai panduan untuk memahami proses komunikasi yang terjadi dalam jaringan.
Kemiripan Model OSI dan TCP/IP :
  1. Keduanya sama-sama menggunakan Layer.
  2. Keduanya sama-sama memiliki layer application meskipun service yang ada pada keduanya sangat berbeda.
  3. Keduanya mempunyai layer transport dan network yang sebanding.
  4. Professional dalam bidang networking harus mengetahui kedua model tersebut.
Perbedaan Model OSI dan TCP/IP :
  1. TCP/IP mengkombinasikan layer OSI presentation dan session menjadi satu layer application.
  2. TCP/IP mengkombinasikan layer OSI data link dan physical menjadi satu layer Network Access.
  3. TCP/IP kelihatan lebih sederhana karena memiliki layer-layer yang lebih sedikit/
  4. TCP/IP layer transport menggunakan UDP tidak selalu menjadi pengiriman paket yang reliable tidak seperti layer transport pada OSI
  1. Internet Layer
Adalah layer bertanggungjawab dalam melakukan pengalamatan dan routing paket. Beberapa protokol yang bekerja pada layer ini :
  1. IP (Internet Protocol) yang digunakan oleh protokol TCP/IP untuk melakukan pengalamatan.
IP identitas dari sebuah perangkat computer dalam pengeiriman data. protokol di internet yang mengurusi masalah pengalamatan dan mengatur pengiriman paket data hingga sampai ke alamat yang benar. (misalnya mw krim data ke komputer A, tanpa kita mengetahui alamat IP dari komputer A maka data tersebut tak akan bisa di kirim.
  1. ARP (Address Resolution Protocol) adalah protokol yang bertanggung jawab untuk menentukan MAC Address(Alamat Media Access Control) ketika alamat IP diketahui.
Contoh seperti Saat komputer A ingin berkomunikasi dengan B, sistem akan memeriksa Memory Data(Cache) ARP terlebih dahulu untuk mengetahui apakah Informasi Alamat MAC dari B ada tercatat atau tidak. Jika tercatat , biasanya komunikasi dapat langsung dilakukan. Jika Tidak, pada kondisi aktif host A harus mengakses ke MAC host B melalui Protokol ARP. Dalam kondisi perumpamaan , host A seperti menanyakan/ memeriksa ke host dari komputer lain didalam LAN tentang Informasi Host B yg mungkin ada tercatat pada Cache mereka. (Seperti Bertanya sebagai berikut “ Hallo, siapa 192.168.0.2? Disini 192.168.0.1. MAC gue adalah AA-AA-AA-AA-AA-AA.” “Berapa MAC kamu? Harap beritahukan ke Gue” ) Contoh ini adalah bentuk ARP, seperti saat menggunakan Net Meeting. Jika Balasan / Accept dilakukan oleh Host B, saat itu fungsi ARP Terjadi.
  1. RARP (Reverse Address Resolution Protokol) protokol yang bertanggung jawab untuk menentukan alamat IP ketika MAC Address diketahui.
Analoginya Seperti, Client Mau melakukan Login pada sebuah Access Point di kampus. tanpa Di sadari, MAC Address si Client sudah Tercatat Pada Access Point Di kampus tersebut. Karena Hampir setiap Hari si Client Sering Memakai AP(access point) Untuk I-NET. Dan Pada saat Si Client Mw login Ke I-NET Otomatis Protokol RARP akan Bekerja Untuk Mengirim IP Kepada Si Client untuk login Ke internet. Nah Di sini Protokol RARP Bekerja Untuk Memberikan IP ke Si Client tersebut.
  1. ICMP (Internet Control Message Protokol) adalah protokol yang berfungsi memberi informasi apabila ada kerusakan dalam proses pengiriman data.
Contohnya seperti, Si Client A(Pengirim) Mau Mengirimkan Data Ke si Client B (penerima),Di Saat Melakukan Pengirim Data, Secara tiba2 Data Tersebut, Hilang atau Rusak. Nah Di sini Fungsi Dari Protokol ICMP Untuk Memberikan Informasi Kepada si Pengirim Si A, Bahwa Data Tersebut Hilang atau Rusak. Dan Si Client A Akan Melakukan Pengiriman ulang, Data tersebut. Intinya ICMP hanya Memberi tahu, Bkan Melakukan Pengiriman Data Ulang.
  1. Arsitektur TCP/IP
Tidaklah berbasis model referensi tujuh lapis OSI, tetapi menggunakan model referensi DARPA. Seperti diperlihatkan dalam diagram, TCP/IP merngimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis. Empat lapis ini, dapat dipetakan (meski tidak secara langsung) terhadap model referensi OSI. Empat lapis ini, kadang-kadang disebut sebagai DARPA Model, Internet Model, atau DoD Model, mengingat TCP/IP merupakan protokol yang awalnya dikembangkan dari proyek ARPANET yang dimulai oleDepartemen Pertahanan Amerika Serikat.
Setiap lapisan yang dimiliki oleh kumpulan protokol (protocol suite) TCP/IP diasosiasikan dengan protokolnya masing-masing. Protokol utama dalam protokol TCP/IP adalah sebagai berikut:
  1. Protokol lapisan aplikasi: bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), TelnetSimple Mail Transfer Protocol(SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi stack protokol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBIOS over TCP/IP (NetBT).
  2. Protokol lapisan antar-host: berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP).
  3. Protokol lapisan internetwork: bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP), Internet Control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP).
  4. Protokol lapisan antarmuka jaringan: bertanggung jawab untuk meletakkan frame-frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), MAN dan WAN (seperti halnya dial-up modem yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM)).
  1. Pengalamatan
Protokol TCP/IP menggunakan dua buah skema pengalamatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasikan sebuah komputer dalam sebuah jaringan atau jaringan dalam sebuah internetwork, yakni sebagai berikut:
  1. Pengalamatan IP: yang berupa alamat logis yang terdiri atas 32-bit (empat oktet berukuran 8-bit) yang umumnya ditulis dalam format http://www.xxx.yyy.zzz. Dengan menggunakan subnet mask yang diasosiasikan dengannya, sebuah alamat IP pun dapat dibagi menjadi dua bagian, yakni Network Identifier (NetID) yang dapat mengidentifikasikan jaringan lokal dalam sebuah internetwork dan Host identifier (HostID) yang dapat mengidentifikasikan host dalam jaringan tersebut. Sebagai contoh, alamat 205.116.008.044 dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask 255.255.255.000 ke dalam Network ID 205.116.008.000 dan Host ID 44. Alamat IP merupakan kewajiban yang harus ditetapkan untuk sebuah host, yang dapat dilakukan secara manual (statis) atau menggunakan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) (dinamis).
  2. Fully qualified domain name (FQDN): Alamat ini merupakan alamat yang direpresentasikan dalam nama alfanumerik yang diekspresikan dalam bentuk <nama_host>.<nama_domain>, di mana <nama_domain> mengindentifikasikan jaringan di mana sebuah komputer berada, dan <nama_host> mengidentifikasikan sebuah komputer dalam jaringan. Pengalamatan FQDN digunakan oleh skema penamaan domain Domain Name System (DNS). Sebagai contoh, alamat FQDN id.wikipedia.org merepresentasikan sebuah host dengan nama “id” yang terdapat di dalam domain jaringan “wikipedia.org”. Nama domain wikipedia.org merupakan second-level domain yang terdaftar di dalam top-level domain .org, yang terdaftar dalam root DNS, yang memiliki nama “.” (titik). Penggunaan FQDN lebih bersahabat dan lebih mudah diingat ketimbang dengan menggunakan alamat IP. Akan tetapi, dalam TCP/IP, agar komunikasi dapat berjalan, FQDN harus diterjemahkan terlebih dahulu (proses penerjemahan ini disebut sebagai resolusi nama) ke dalam alamat IP dengan menggunakan server yang menjalankan DNS, yang disebut dengan Name Server atau dengan menggunakan berkas hosts (/etc/hosts atau %systemroot%\system32\drivers\etc\hosts) yang disimpan di dalam mesin yang bersangkutan.
  1. Konsep dasar Layanan
Berikut ini merupakan layanan tradisional yang dapat berjalan di atas protokol TCP/IP:
  1. Pengiriman berkas (file transfer). File Transfer Protocol (FTP) memungkinkan pengguna komputer yang satu untuk dapat mengirim ataupun menerima berkas ke sebuah host di dalam jaringan. Metode otentikasi yang digunakannya adalah penggunaan nama pengguna (user name) dan” password”, meskipun banyak juga FTP yang dapat diakses secara anonim (anonymous), alias tidak berpassword. (Keterangan lebih lanjut mengenai FTP dapat dilihat pada RFC 959.)
  2. Remote login. Network terminal Protocol (telnet) memungkinkan pengguna komputer dapat melakukan log in ke dalam suatu komputer di dalam suatu jaringan secara jarak jauh. Jadi hal ini berarti bahwa pengguna menggunakan komputernya sebagai perpanjangan tangan dari komputer jaringan tersebut. (Keterangan lebih lanjut mengenai Telnet dapat dilihat pada RFC 854 dan RFC 855.)
  3. Computer mail. Digunakan untuk menerapkan sistem surat elektronik. (Keterangan lebih lanjut mengenai e-mail dapat dilihat pada RFC 821 RFC 822.)
  4. Network File System (NFS). Pelayanan akses berkas-berkas yang dapat diakses dari jarak jauh yang memungkinkan klien-klien untuk mengakses berkas pada komputer jaringan, seolah-olah berkas tersebut disimpan secara lokal. (Keterangan lebih lanjut mengenai NFS dapat dilihat RFC 1001 dan RFC 1002.)
  5. Remote execution. Memungkinkan pengguna komputer untuk menjalankan suatu program tertentu di dalam komputer yang berbeda. Biasanya berguna jika pengguna menggunakan komputer yang terbatas, sedangkan ia memerlukan sumber yg banyak dalam suatu sistem komputer.
    Ada beberapa jenis remote execution, ada yang berupa perintah-perintah dasar saja, yaitu yang dapat dijalankan dalam system komputer yang sama dan ada pula yg menggunakan sistem 
    Remote Procedure Call (RPC), yang memungkinkan program untuk memanggil subrutin yang akan dijalankan di sistem komputer yg berbeda. (sebagai contoh dalam Berkeley UNIX ada perintah rsh dan rexec.)
  6. Name server yang berguna sebagai penyimpanan basis data nama host yang digunakan pada Internet (Keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada RFC 822 dan RFC 823 yang menjelaskan mengenai penggunaan protokol name server yang bertujuan untuk menentukan nama host di Internet.)
  1. Request for Comments
RFC (Request For Comments) merupakan standar yang digunakan dalam Internet, meskipun ada juga isinya yg merupakan bahan diskusi ataupun omong kosong belaka. Diterbitkan oleh IAB yang merupakan komite independen yang terdiri atas para peneliti dan profesional yang mengerti teknis, kondisi dan evolusi Internet. Sebuah surat yg mengikuti nomor RFC menunjukan status RFC :
  1. S: Standard, standar resmi bagi internet
  2. DS: Draft standard, protokol tahap akhir sebelum disetujui sebagai standar
  3. PS: Proposed Standard, protokol pertimbangan untuk standar masa depan
  4. I: Informational, berisikan bahan-bahan diskusi yg sifatnya informasi
  5. E: Experimental, protokol dalam tahap percobaan tetapi bukan pada jalur standar.
  6. H: Historic, protokol-protokol yg telah digantikan atau tidak lagi dipertimbankan utk standardisasi.
  1. Bagaimanakah bentuk arsitektur dari TCP/IP itu ?
    Dikarenakan TCP/IP adalah serangkaian protokol di mana setiap protokol melakukan sebagian dari keseluruhan tugas 
    komunikasi jaringan, maka tentulah implementasinya tak lepas dari arsitektur jaringan itu sendiri. Arsitektur rangkaian protokol TCP/IP mendifinisikan berbagai cara agar TCP/IP dapat saling menyesuaikan.
    Karena TCP/IP merupakan salah satu lapisan protokol 
    Model OSI, berarti bahwa hierarki TCP/IP merujuk kepada 7 lapisan OSI tersebut. Tiga lapisan teratas biasa dikenal sebagai “upper level protocol” sedangkan empat lapisan terbawah dikenal sebagai “lower level protocol”. Tiap lapisan berdiri sendiri tetapi fungsi dari masing-masing lapisan bergantung dari keberhasilan operasi layer sebelumnya. Sebuah lapisan pengirim hanya perlu berhubungan dengan lapisan yang sama di penerima (jadi misalnya lapisan data link penerima hanya berhubungan dengan lapisan data link pengirim) selain dengan satu layer di atas atau di bawahnya (misalnya lapisan network berhubungan dengan lapisan transport di atasnya atau dengan lapisan data link di bawahnya).
Model dengan menggunakan lapisan ini merupakan sebuah konsep yang penting karena suatu fungsi yang rumit yang berkaitan dengan komunikasi dapat dipecahkan menjadi sejumlah unit yang lebih kecil. Tiap lapisan bertugas memberikan layanan tertentu pada lapisan diatasnya dan juga melindungi lapisan diatasnya dari rincian cara pemberian layanan tersebut. Tiap lapisan harus transparan sehingga modifikasi yang dilakukan atasnya tidak akan menyebabkan perubahan pada lapisan yang lain. Lapisan menjalankan perannya dalam pengalihan data dengan mengikuti peraturan yang berlaku untuknya dan hanya berkomunikasi dengan lapisan yang setingkat. Akibatnya sebuah layer pada satu sistem tertentu hanya akan berhubungan dengan lapisan yang sama dari sistem yang lain. Proses ini dikenal sebagai Peer process. Dalam keadaan sebenarnya tidak ada data yang langsung dialihkan antar lapisan yang sama dari dua sistem yang berbeda ini. Lapisan atas akan memberikan data dan kendali ke lapisan dibawahnya sampai lapisan yang terendah dicapai. Antara dua lapisan yang berdekatan terdapat interface (antarmuka). Interface ini mendifinisikan operasi dan layanan yang diberikan olehnya ke lapisan lebih atas. Tiap lapisan harus melaksanakan sekumpulan fungsi khusus yang dipahami dengan sempurna. Himpunan lapisan dan protokol dikenal sebagai “arsitektur jaringan”.
TCP/IP Protocol Suite atau Tranmission Control Protocol/Internet Protocol adalah Sekumpulan protokol yang mengatur komunikasi atau proses tukar menukar data antar satu komputer dengan komputer yang lain dalam jaringan komputer (internet). Dari Pengertian Tadi, Dapat di Simpulkan bahwa, TCP/IP di Sini adalah ATURAN Yang Di Pakai Untuk Dapat Saling berkomunikasi.
Dari penjelasan di atas contoh kasusnya seperti ini: Si A akan mengirimkan data Ke si B, Maka aturan Yang harus di pakai di sini, untuk mengirim Data Tersebut Yaitu TCP/IP Untuk dapat saling Berkomunikasi dan Mengirimkan Data.
Dari Pengertian TCP/IP Di atas, saya Harap Teman2 Sudah Dapat mengerti Pengertian Dari TCP/IP sendiri.
Selanjutnya Kita Bahas Fungsi Dari 4 layer yang bekerja Pada TCP/IP.
9. Dasar Arsitektur TCP/IP
Dalam arsitektur jaringan komputer, terdapat suatu lapisan-lapisan (layer) yang memiliki tugas masing-masing serta memiliki protokol tersendiri, ISO (International Organization for Standardization) telah mengeluarkan suatu standar untuk arsitektur jaringan komputer yang dikenal dengan nama OSI (Open Systems Interconnection). Standar ini terdiri dari 7 lapisan protokol yang menjalankan fungsi komunikasi antara 2 komputer. Sekumpulan protokol TCP/IP ini dimodelkan dalam 4 lapisan/layer yang bertingkat, dibawah ini:Di sini Dalam model osi terdiri dari 7 lapisan layer, Dan TCP/IP Terdiri Dari 4 Lapisan Layer. Kenapa?? Dari gambar, dapat dilihat beberapa perbedaan OSI Layer dengan TCP/IP Layer yang aku simpulkan menjadi 5 buah perbedaan.

1. OSI layer memiliki 7 buah layer, dan TCP/IP hanya memiliki 4 Layer
2. 3 Layer teratas pada OSI layer, yaitu application, presentation, dan session direpresentasikan kedalam 1 lapisan Layer TCP/IP, yaitu layer application.
3. Layer Network pada OSI Layer direpresentasikan sebagai Layer Internet pada TCP/IP Layer, namun fungsi keduanya masih tetap sama.
4. Layer Network Access pada TCP/IP menggabungkan fungsi dari Layer DataLink dan Physical pada OSI Layer, dengan kata lain, Layer Network Acces merupakan representasi dari kedua layer paling bawah dari OSI Layer, yaitu DataLink dan Physical.
5. TCP/IP layer merupakan “Protocol Spesific”, sedangkan OSI Layer adalah “Protocol Independen”.
  1. Network Layer Dalam Jaringan ATM
    1. Asynchronous Transfer Mode networks
ATM telah dirancang untuk membawa berbagai macam data termasuk data multimedia seperti suara dan video. Ini adalah packet switching yang cepat jaringan berdasarkan metode routing paket yang dikenal sebagai sel relay, yang dapat beroperasi lebih cepat daripada packet switching konvensional. Itu mencapai kecepatan aliran dengan menghindari DNS dan pengecekan error pada node intermediate dalam transmisi. Link transmisi dan node harus memiliki kemungkinan yang rendah merusak data. Faktor lain yang mempengaruhi kinerja adalah kecil, berukuran tetap unit-unit data dikirim, yang mengurangi ukuran dan kompleksitas buffer dan delay antrian di antara node. ATM beroperasi dalam modus terhubung, tetapi hanya dapat aconnection mengatur jika sumber daya yang cukup tersedia. Setelah sambungan dibuat. kualitas (yaitu, dengan bandwidth dan latensi karakteristik) dapat dijamin.
ATM adalah data-switching teknologi yang dapat diimplementasikan melalui jaringan telepon digital yang ada, yang sampai sekarang sinkron. Ketika ATM berlapis melalui jaringan berkecepatan tinggi sinkron link digital seperti yang ditetapkan untuk SONET Synchronous Optical Network [Omidyar dan Aldridge 1993], ia menghasilkan lebih fleksibel digital kecepatan tinggi jaringan paket dengan banyak virtual koneksi. Setiap koneksi virtual ATM menyediakan bandwidth dan latensi jaminan. Virtual circuit yang dihasilkan dapat digunakan untuk mendukung berbagai layanan dengan berbagai kecepatan. Ini meliputi suara (32 kbps), faks, layanan sistem terdistribusi, video dan televisi definisi tinggi (100-150 Mbps). ATM [CCITT 1990] standar merekomendasikan penyediaan virtual circuit dengan kecepatan transfer data hingga 155 Mbps atau 622 Mbps.ATM layer menyediakan berorientasi sambungan layanan yang mentransmisikan paket-paket dengan panjang tetap yang disebut sel. Sambungan terdiri dari urutan saluran virtual dalam jalur virtual. Sebuah virtual channel (VC) adalah searah logis hubungan antara dua endpoint dari link dalam jalur fisik dari source ke destination. Virtual path (VP) adalah bundel saluran virtual yang berhubungan dengan jalur fisik antara dua switching node. Jalan virtual dimaksudkan untuk digunakan untuk mendukung semi-permanen pasang sambungan antara end-point. Saluran virtual dialokasikan secara dinamis ketika koneksi terbentuk.
Node di dalam ATM dapat memiliki 3 peran yang berbeda:
1.  host yang menerima dan mengirim pesan.
2. VP switches yang memiliki tabel yang menggambarkan incomin dan outgoin virtual path.
3. VP/VC switches yang memiliki tabel yang serupa untuk virtual path dan virtual channel. Sel ATM memiliki 5-byte header dan 48 byte data lapangan (Gambar 3.24). Data lengkap lapangan selalu dikirim. bahkan ketika itu hanya sebagian diisi dengan data. ‘Header berisi pengidentifikasi untuk virtual mimbar dan pengidentifikasi untuk jalur virtual. yang bersama- sama memberikan informasi yang diperlukan untuk rute sel di seluruh jaringan. Jalan virtual pengidentifikasi mengacu pada jalur virtual tertentu pada link fisik di mana sel ditransmisikan. Pengidentifikasi saluran virtual merujuk ke salah satu saluran virtual yang spesifik di dalam jalan virtual. Field header lainnya digunakan untuk menunjukkan jenis ce ll, dengan hilangnya sel prioritas dan batas sel.
            ATM menyediakan layanan dengan latency rendah – switching penundaan adalah sekitar 25 mikrodetik per switch, memberikan, misalnya, latency dari 250 pesan mikrodetik ketika melewati sepuluh switch. Ini membandingkan perkiraan kami baik dengan persyaratan kinerja untuk sistem terdistribusi (Bab 3.2), menyatakan bahwa jaringan ATM interprocess akan mendukung komunikasi dan interaksi client-server dengan kinerja yang serupa dengan, atau lebih baik dari, yang sekarang tersedia dari jaringan area lokal. Sangat saluran bandwidth tinggi dengan kualitas terjamin ofservice, cocok untuk transmisi aliran data multimedia dengan kecepatan hingga 6 (X) Mbps, juga akan tersedia. Gigabits per detik dapat dicapai dalam jaringan ATM murni.

  1. KARAKTERISTIK ATM
a. Pada basis link to link tidak menggunakan proteksi error dan flow control.
Pada ATM proteksi error dapat diabaikan karena didasarkan saat ini link-link dalam network memiliki kualitas yang sangat tinggi, sehingga error control cukup dilakukan end to end saja. Flow control juga tidak dilakukan dalam ATM network karena dengan pengaturan alokasi resource dan dimensioning queue yang tepat maka kejadian queue overflow yang menyebabkan hilangnya paket dapat ditekan. Sehingga probabilitas packet loss antara 10-8 sampai dengan 10-12 dapat dicapai.
b. ATM beroperasi pada connection oriented mode
Sebelum informasi ditransfer dari terminal ke network, sebuah fase setup logical / virtual connection harus dilakukan untuk menyediakan resource diperlukan. Jika resource tersedia tidak mencukupi maka connection dari terminal akan dibatalkan. Jika fase transfer informasi telah selesai, maka resource yang telah digunakan akan dibebabskan kembali. Dengan menggunakan connection-oriented ini akan memungkinkan network untuk menjamin packet loss yang seminim mungkin.
c. Pengurangan fungsi header
Untuk menjamin pemrosesan yang cepat dalam network, maka ATM header hanya memiliki fungsi yang sangat terbatas. Fungsi utama dari header adalah untuk identifikasi virtual connection (virtual connection identifier =VCI) yang dipilih pada saat dilakukan call setup dan menjamin routing yang tepat untuk setiap paket didalam network serta memungkinkan multiplexing dari virtual connection – virtual connection berbeda melalui satu link tunggal.Selain fungsi VCI, sejumlah fungsi lain yang sangat terbatas juga dilakukan oleh header, terutama terkait dengan fungsi pemeliharaan. Karena fungsi header diabatasi, maka implementasi header processing dalam ATM node sangat mudah / sederhana dan dapat dilakukan pada kecepatan yang sangat tinggi (150 Mbps sampai 2.5 Gbps) dan hal ini akan menyebabkan processing delay dan queuing delay yang rendah.
d. Panjang filed informasi dalam satu cell relatif kecil
Hal ini dilakukan untuk mengurangi ukuran buffer internal dalam switching node, dan untuk membatasi queuing delay yang terjadi pada buffer tersebut. Buffer yang kecil akan menjamin delay dan delay jitter rendah, hal ini diperlukan untuk keperluan service-service real time.
A. TERMINOLOGI SEL (CELL)
Pengertian sel menurut rekomendasi ITU-T I.113 adalah suatu blok dengan panjang yang tetap (fixed length) dan diidentifikasi dengan suatu label pada ATM layer.
Berikut adalah definisi untuk jenis cell yang berbeda sesuai dengan rekomendasi ITU-T I.321
  1. Idle Cell (physical layer), merupakan yang disisipkan / dipisahkan oleh physical layer untuk mengadaptasi cell flow rate pada daerah batas (boundary) diantara ATM layer dan physical layer ke kapasitas payload yang ada dari sistem transmisi yang digunakan
  2. Valid Cell (physical layer), suatu cell yang mana bagian headernya tidak memiliki error atau belum dimodifikasi oleh proses verifikasi Header Error Control (HEC)
  3. Assigned Cell (ATM layer), cell yang menyediakan suatu service ke satu aplikasi dengan menggunakan ATM layer service.
  4. Unassigned Cell (ATM layer), merupakan ATM layer cell yang bukan assign cell.
Hanya assigned cell dan unassigned cell saja yang diteruskan dari physical layer ke ATM layer, sedangkan cell yang lainnya tidak membawa informasi yang terkait dengan ATM layer atau layer yang lebih tinggi lagi dan cell ini hanya akan diprosesoleh physical layer saja.
atm layer
ATM layer merupakan layer diatas physical layer yang memiliki karakteristik yang independent terhadap media fisik yang digunakan. ATM layer melakukan fungsi-fungsi utama sebagai berikut:
  1. Cell multiplexing/demultiplexing, pada arah kirim cell-cell dari VP (Virtual Path) dan VC (Virtual Channel) individual akan dimultiplexing menghasilkan suatu cell stream. Pada sisi terima fungsi cell demultiplexing akan memisahkan cell stream yang diterima menjadi cell flow individual ke VP dan VC terkait.
  2. Translasi VPI dan VCI. Translasi VPI (VP Identifier) dan VCI dilakukan di ATM switching node. Didalam VP node nilai dari VPI field dari setiap incoming cell akan ditranslasikan ke nilai VPI yang baru untuk outgoing cell. Pada VC switch baik nilai VPI maupun VCI akan ditranslasikan ke nilai VPI dan VCI yang baru.
  3. Pembangkitan / pemisahan cell header, fungsi ini diterapkan pada titik-titik terminasi dari ATM layer. Pada arah kirim, pada field informasi yang telah diterima ditambahkan ATM cell header (kecuali field HEC) dan nilai VPI serta VCI dari cell header dapat diperoleh dengan melakukan translasi dari SAP (Service Access Point) identifier. Pada arah terima, fungsi pemisahan cell header akan memisahkan cell header, dan hanya filed informasi saja yang diteruskan.
  4. Generic Flow Control (GFC). Fungsi GFC hanya digunakan pada ATM UNI (User Network Interface) saja. GFC digunakan untuk mendukung kontrol dari ATM traffic flow dalam satu customer network dan dapat digunakan untuk mengurangi kondisi-kondisi overload pada UNI. Informasi GFC ditumpangkan dalam assigned cell dan unassigned cell.
B. TEKNOLOGI ATM
Pada jaringan ATM, semua informasi diformat ke dalam sel berukuran tetap yang terdiri dari 48 byte (8 bits per byte) berupa muatan/payload dan 5 byte berupa header. Ukuran sel tetap menjamin bahwa kualitas data baik suara atau video tidak terpengaruh oleh data panjang frame atau paket. Header ini disusun untuk efisiensi switching dalam kecepatan tinggi.
C. ATM DEVICES DAN THE NETWORK ENVIRONMENT
ATM adalah teknologi sel switching dan multiplexing yang menggabungkan kelebihan dari circuit switching yang memiliki kapasitas dan delay transmisi konstan dengan packet switching yang memiliki fleksibilitas dan efisiensi untuk lalu lintas yang berselang-seling.
1. ATM Devices
Jaringan ATM terdiri dari ATM switch dan ATM endpoint. ATM Switch bertanggung jawab untuk transit sel melalui jaringan ATM, atau dapat didevinisikan bertugas menerima sel yang masuk dari ATM endpoint atau switch ATM lain, kemudian membaca dan memperbarui informasi di dalam header sel dan dengan cepat mengarahkan sel ke sebuah interface output ke arah tujuan. ATM endpoint berisi ATM network interface adapter. Contoh dari ATM endpoint adalah workstation, router, Digital Service Unit (DSU), LAN switch, dan Video CODEC. Gambar berikut mengilustrasikan jaringan ATM yang terdiri dari ATM switch dan ATM endpoint.
2. ATM Network Interfaces
Jaringan ATM terdiri dari set ATM switch yang dihubungkan dengan interface Point-to-Point ATM link. ATM Switch mendukung dua jenis interface yakni UNI (User to Network Interface) dan NNI (Network to Network Interface). UNI menghubungkan end system (seperti host dan router) ke ATM switch sedangkan NNI menghubungkan dua ATM switch.
Tergantung pada apakah sebuah switch terletak di tempat pelanggan atau ditempat umum dan dioperasikan oleh perusahaan telepon, UNI dan NNI dapat dibagi lagi menjadi public dan private. UNI private menghubungkan ATM endpoint dan ATM switch private. NNI private menghubungkan dua switch ATM private di dalam organisasi yang sama sedangkan NNI public menghubungkan dua ATM switch dalam organisasi publik yang sama.
Disamping itu terdapat spesifikasi tambahan yakni Broadband InterCarrier Interface (B-ICI), dimana B-ICI dapat menghubungkan dua switch public dari penyedia layanan yang berbeda. Gambar berikut mengilustrasikan spesifikasi inteface ATM untuk jaringan public dan private.
D. FORMAT HEADER SEL ATM
Terdapat dua format header sel ATM yaitu UNI atau NNI. UNI header digunakan untuk komunikasi antara endpoint dengan ATM switch dalam jaringan Private ATM. NNI header yang digunakan untuk komunikasi antar ATM switch. Gambar berikut mengilustrasikan format dasar sel ATM, format header sel UNI, dan format header sel NNI.
1. ATM Cell Header Fields
Berikut adalah deskripsi dari beberapa field yang terdapat pada header sel ATM baik NNI maupun UNI
a. Generic Flow Control (GFC)
Menyediakan fungsi lokal, seperti mengidentifikasi multiple stations yang menggunakan satu interface ATM. Field ini biasanya tidak digunakan dan diatur ke nilai default-nya 0 (biner 0000).
b.Virtual Path Identifier (VPI)
Berhubungan dengan VCI dan berfungsi mengidentifikasi path tujuan berikutnya dari sebuah sel saat melewati serangkaian switch ATM menuju host tujuan.
c. Virtual Channel Identifier (VCI)
Berhubungan dengan VCI dan berfungsi mengidentifikasi path tujuan berikutnya dari sebuah sel saat melewati serangkaian switch ATM menuju host tujuan.
d. Payload Type (PT)
Bit pertama menunjukkan apakah dalam sebuah sel berisi data pengguna atau kontrol data. Jika sel berisi data pengguna, bit diatur ke 0. Jika kontrol berisi data, di set ke 1. Bit kedua menunjukkan kongesti (0 = tidak ada kemacetan, 1 = kemacetan). Bit ketiga menunjukkan apakah sel tersebut merupakan sel terakhir pada sebuah rangkaian sel.
e. Cell Loss Priority (CLP)
Menunjukkan apakah sel harus dibuang jika menemukan kemacetan yang ekstrem ketika bergerak melalui jaringan. Jika CLP bit sama dengan 1, sel harus dibuang dan sebaliknya
f. Header Error Control (HEC)
Menghitung checksum pada 4 byte pertama dari header. HEC dapat mengoreksi kesalahan bit tunggal dalam byte, dengan demikian dapat mempertahankan sel daripada membuangnya.
2. Keuntungan Asynchronus Transfer Mode (ATM)
 semua jenis trafik komunikasi (voice, data, image,
ØATM mampu menangani video, suara dengan kecepatan tinggi, multimedia dans ebagainya) dalam satu saluran dan dengan kecepatan tinggi)
ATM dapat digunakan dalam Local Area Network dan Wide Area Network (WAN). Dalam pembangunan LAN, penggunaan ATM dapat menghemat biaya karena Pemakai yang akan menghubungkan dirinya dengan system ATM LAN dapat menggunakan adapter untuk menyediakan kecepatan transmisi sesuai dengan bandwidth yang mereka butuhkan.
Sel-sel ATM terdiri dari :
a.         Byte HEADER dan 48 byte INFORMASI
b. UNI
 cell ATM terdiri dari: GFC, VPI, VCI, PT, CLP, HEC dan informasi
c.
   NNI cell ATM terdiri dari: VPI, VCI, PT, CLP, HEC dan informasi
1.    GFC = Generic Flow Control (4 bits) (default : 4-bit nol) digunakan untuk mengontrol aliran sel dari user-jaringan
2.    VPI = Virtual Path Identifier (8 bit Uni) atau (12 bits NNI) merupakan bidang routing untuk jaringan
3.    VCI = Virtual channel identifier (16 bits) digunakan untuk routing ke dan dari pemakai ujung
4.    PT = Tipe payload (3 bits) menunjukkan jenis-jenis informasi
5.    CLP = Cell Loss Priority (1-bit) menyediakan bimbingan kepada jaringan saat terjadi kemacetan.
6.    Hec = Header Error Control (8-bit CRC, jumlahnya banyak = X 8 + X 2 + X + 1)
digunakan untuk mendeteksi kesalahan. Dan membetulkan kode sehingga memberikan perlindungan terhadapkesalahan dalam jaringan.
2.      Peralatan Asynchronus Transfer Mode (ATM)
3.      Jaringan ATM terdiridari : switch ATM dan titik ujung ATM Switch ATM bertanggung jawab untuk transit sel melalui jaringan ATM. Tugas switch ATM : menerima sel dari titik ujung ATM atau switch ATM yang lain, membaca, meng-update informasi header dari sel dan men-switch ke arah tujuan.
Tugas titik ujung ATM : Sebagai adapter bagi jaringanATM.
            Contoh: workstation, router, LAN switch, video CODEC, Digital Service Unit (DSU).
1.    ATM Layer
        ATM layer merupakan layer diatas physical layer yang memiliki karakteristik yang independent terhadap media fisik yang digunakan.
        ATM layer melakukan fungsi-fungsi utama sebagai berikut :
a. Cell multiplexing/demultiplexing, pada arah kirim cell-cell dari VP (Virtual Path) dan VC (Virtual Channel) individual akan dimultiplexing menghasilkan suatu cell stream. Pada sisi terima fungsi cell demultiplexing akan memisahkan cell stream yang diterima menjadi cell flow individual ke VP dan VC terkait.
b. Translasi VPI dan VCI. Translasi VPI (VP Identifier) dan VCI dilakukan di ATM switching node. Didalam VP node nilai dari VPI field dari setiap incoming cell akan ditranslasikan ke nilai VPI yang baru untuk outgoing cell. Pada VC switch baik nilai VPI maupun VCI akan ditranslasikan ke nilai VPI dan VCI yang baru.
c. Pembangkitan / pemisahan cell header, fungsi ini diterapkan pada titik-titik terminasi dari ATM layer. Pada arah kirim, pada field informasi yang telah diterima dari AAL ditambahkan ATM cell header (kecuali field HEC) dan nilai VPI serta VCI dari cell header dapat diperoleh dengan melakukan translasi dari SAP (Service Access Point) identifier. Pada arah terima, fungsi pemisahan cell header akan memisahkan cell header , dan hanya filed informasi saja yang diteruskan ke AAL.
d. Generic Flow Control (GFC). Fungsi GFC hanya digunakan pada BISDN UNI (User Network Interface) saja. GFC digunakan untuk mendukung kontrol dari ATM traffic flow dalam satu customer network dan dapat digunakan untuk mengurangi kondisi-kondisi overload pada UNI. Informasi GFC ditumpangkan dalam assigned cell dan unassigned cell.
1.         Proses kerja ATM Protokol Layer
               Blok-blok data dengan berbagai ukuran yang dihantarkan oleh pengguna dari lapisan tertinggi akan dihantar kembali ke ATM Adaptation Layer (AAL), dimana pada proses ini header, trailer, padding octets, dan Cyclic Redundancy Check (CRC) bit bergantung pada syarat-syarat tertentu pada tiap blok-blok data.
dalam beberapa blok data yang lebih
Setiap blok data akan dipecahkan ke kecil yang kemudiannya akan dikapsulkan kepada 53 sel oktet di lapisan ATM.Data inilah yang nantinya akan dihantar ke destinasi yang diingini.
               Model referensi protokol melibatkan tiga taraf yang berbeda:
Taraf pemakai: tersedia untuk transfer informasi pemakai, bersama-sama dengan kontrol-kontrol yang terkait.
               Taraf kontrol: menampilkan fungsi-fungsi kontrol panggilan dan kontrol koneksi
Taraf manajemen: menampilkan fungsi-fungsi manajemen yang berkaitan dengan sistem secara keseluruhan
B. ATM Adaptation Layer (AAL)
Untuk membentuk suatu sel ATM dari aplikasi pada lapisan (layer) yang lebih tinggi digunakan ATM Adaptation Layer (AAL).
AAL diklasifikasikan ke dalam 5 (lima) kelas, yaitu; AAL1 samapai AAL5.
AAL1 digunakan untuk trafik CBR, AAL3/4 untuk trafik VBR dan AAL5 untuk
trafik VBR.
Layanan yang dapat disediakan AAL secara umum :
1.      Penanganan kesalahan transmisi
2.      Segmentation dan reassembly, sehingga blok data yang lebih besar dapat ditempatkan dalam informasi field dari sel ATM
3.      Penanganan terhadap kondisi loss dan uninserted cell
Flow control dan timing control
  1. ATM Signaling
            Koneksi logik ATM disebut “Virtual Channel Connection” (VVC) atau koneksi melalui saluran maya.
            Virtual Path Connection (VPC) adalah suatu logical group dari beberapa VCC yang memiliki tujuan sama.
1. Control Signaling  VCC
Dilakukan dalam koneksi yang terpisah
2. Semi-permanent VCC
Meta-signaling channel, Digunakan sebagai saluran sinyal kontrol permanen
3. User to network signaling virtual channel Untuk control signaling
Digunakan untuk set up VCCs untuk membawa data user.
4. User to user signaling virtual channel
            Didalam VPC yang belum dibangun. Digunakan oleh dua end users tanpaintervensi jaringan untuk membangun dan membebaskan user to user VCC. Mekanisme pengiriman data. Data (jenis apa pun) dipotong-potong menjadi sejumlah ATM cell
Sebuah virtual channel connection (VCC) dibangun secara end-to-end dengan suatu ATM address.
  1. ATM address
                ATM address digunakan untuk pembangunan koneksi di dalam proses pensinyalan, tetapi tidak dipakai setelah koneksi terbentuk. Ketika koneksi telah dibangun, sebuah route akan terdapat di dalam jaringan. Route tersebut tetap selama koneksi berlangsung. Route tersebut dapat melalui beberapa switching nodes.
1. UNI: user network interface
2.
 NNI: network network interface
3. Networking Configuration








BAB III
PENUTUP

  1. Kesimpulan
            Berdasarkan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
  1. Network layer adalah lapisan ketiga dari bawah dalam model referensi jaringan OSI.
  2. Internetworking adalah praktek menghubungkan jaringan komputer dengan jaringan lain melalui penggunaan gateway yang menyediakan metode umum dari routing informasi paket antara jaringan.
  3. Broadcast, adalah sebuah teknik transmisi yang tidak melibatkan switching.
  4. Port, transport layer bertugas untuk memberikan pesan independen service transportasi antara port jaringan.
  5. Protokol digunakan untuk merujuk seperangkat aturan well-known dan format untuk ia gunakan dalam komunikasi antara proses-proses pada perfoma tugas tertentu.
  6. IPv6 muncul sebagai inovasi baru untuk menambah alokasi alamat IP dari IPv4 yang masih kurang untuk mencakup kebutuhan sekarang dan masa depan.
  7. Fitur UDP hampir seperti replika transfer-level dari IP. Sebuah UDP datagram di enkapsulasi di dalam IP paket.
  8. Lapisan Internet bertanggung jawab dalam proses pengiriman paket ke alamat yang tepat. Pada layer ini terdapat tiga macam protokol, yaitu IP, ARP, dan ICMP.
  9. RFC (Request For Comments) merupakan standar yang digunakan dalam Internet, meskipun ada juga isinya yg merupakan bahan diskusi ataupun omong kosong belaka.
  10. ATM adalah teknologi sel switching dan multiplexing yang menggabungkan kelebihan dari circuit switching yang memiliki kapasitas dan delay transmisi konstan dengan packet switching yang memiliki fleksibilitas dan efisiensi untuk lalu lintas yang berselang-seling.

  1. Saran
               Sebagai pemula tentu saja pada makalah yang penulis buat terdapat banyak kekurangan. Ada baiknya untuk menentukkan penggunaan jaringan dipelajari dan ditelusuri apa kelebihan dan kekurangannya itu juga yang membuat si pengguna akan berpikir untuk meminimalisasikan resiko yang mungkin ditimbulkan.











DAFTAR PUSTAKA

















Pertanyana tentang netwok layer pada internet
Jawab pertanyaan berikut secara lengkap
1. Jelaskan istilah protocol secaraumum.
Secaraumum, protokolmerupakansistemdiakuidanditerimasecaraumummilikinternasional.
2. Jelaskanperbedaan layer dan peranannya dalam protokol dari komunikasi computer.
  1. Phisycal layer : Merupakan layer kesatu atau layer bawah pada model referensi OSI layer. Pada layer ini data diterima dari data link layer berupa Frame yang dan diubah menjadi Bitstream yang akan dikirim ketujuan berupas inyal melalui media komunikasi. Pada penerima, layer ini akan mengubah sinyal dari pengirim menjadi Bite dan sebelum dikirim ke data link layer Bite diubah menjadi Byte.
  2. Data Link layer : Merupakan layer keduapada model referensi OSI layer. Pada layer ini data diterima dari network layer berupa Paket yang kemudian diencapsulasi menjadi Frame, dengan memberikan layer-2 header. Dan kemudian dikirim ke phisycal layer untuk diteruskan ke penerima. Pada penerima, layer ini mengubah Byte menjadi Frame, frame header akan dilepas (dekapsulasi), kemudian dikirim ke network layer menjadi Paket.
  3. Network layer : Merupakan layer ketigapada model referensi OSI layer. Layer ini berfungsi sebagai mengantarkan paket ke tujuan, yang dikenal dengan Routing. Layer ini mengontrol paket yang akan dikirim ke data link layer dengan cara mencari route yang paling murah dan cepat.
  4. Transport layer : Merupakan layer keempat pada model referensi OSI layer. Layer ini mampu memberikan layanan berupa Multiduplexing dan Demultiduplexing, sehingga pada layer ini memungkinkan sebuah host dapat melayani lebih dari satu proses.
  5. Session layer : Merupakan layer kelima pada model referensi OSI layer. Lapisan ini membuka, merawat, mengendalikan dan melakukan hubungan antar simpul.Pada layer ini data di transfer dengan jernih dan terkait antara satu dengan yang lain, tetapi kualitas data tersebut akan mengalami delay, through-put. Hal tersebut dimaksudkan untuk menjaga mutu dari fungsi-funsi transport.
  6. Presentation layer : Merupakan layer keenam pada model referensi OSI layer. Presentation layer berhubungan dengan syntax data yang dipertukarkan diantara aplikasi, dengan tujuan untuk mengatasi perbedaan format penyajian data.
  7. Application layer : Merupakan layer ke tujuh atau layer atas pada model referensi OSI layer. Layer ini merupakan layer aplikasi dimana aplikasi pemakai diletakkan, dan layer ini bekerjasama dengan Presentation Layer untuk diterapkan pada sistem komunikasi data.
3. Jelaskan perbedaan layer dalam model OSI.
Layer 7 (Application Layer)
  • Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.
Layer 6 (Presentation Layer)
  • Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi kedalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
Layer 5 (Session Layer)
  • Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
Layer 4 (Transport Layer)
  • Berfungsi untuk memecah data kedalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengahjalan.
Layer 3 (Network Layer)
  • Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router danswitch layer-3.
Layer 2 (Data Link Layer)
  • Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
Layer 1 (Physical Layer)
  • Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (sepertihalnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
4. Jelaskan physical layer dalam model OSI.
Layer physical adalah layer paling bawah dari layer-2 model OSI.Ia berisi standar-standar untuk menghubungkan komputer kepada media transmisi yang sesungguhnya. Tujuan utama dari layer Physical adalah:
· Menspesifikasikan standards untuk berinteraksi dengan media jaringan
· Menspesifikasikan kebutuhan media untuk jaringan-2
· Format sinyal electrical untuk transmisi lewat media jaringan
· Synchronisasi transmisi sinyal
· Deteksi error selama transmisi
5. Bagaimana data link layer dalam model OSI bekerja.
Cara kerjanya :suatu entity sumber mentransmisi suatu frame. Setelah diterima. Entity tujuan memberi isyarat untuk menerima frame lainnya dengan mengirim acknowledgment ke frame yang baru diterima. Sumber harus menunggu sampai menerima acknowledgment sebelum mengirim frame berikutnya. Entity tujuan kemudian dapat menghentikan aliran data dengan tidak memberi acknowledgment.
6. Diskusikan peranan dari network layer dalam model OSI.
Network layer mengambil data dari Data link Layer dan mengubahnya menjadi paket. Lalu paket ini dikirim ke transport layer dan diubah menjadi segment.
7. Bagaimana transport layer memastikan bahwa pesan yang lengkap sampai pada tujuan,dan
Lapisan transport adalah layer akhir-ke-akhir pertama. Semua lapisan-lapisan dibawah layer ini merupakan protokol-protokol  diantara titik yang berdekatan. Oleh karena itu, sebuah header  pada lapisan transport mengandung informasi yang membantu mengirimkan pesan kepada lapisan yang cocok pada titik tujuan, walaupun pesan itu terpecah menjadi paket-paket yang mungkin melewati banyak titik lanjutan. Seperti kita ketahui, setiap akhir titik mungkin berjalan beberapa proses (mungkin untuk beberapa pengguna melalui beberapa terminal). Lapisan transport menjamin bahwa pesan dapat tiba di tujuan dengan lengkap, dan dengan urutan tepat dan dilewatkan pada aplikasi yang tepat.
8. Jelaskan bagaimana session layer membangun, merawat, dan sinkronisasi interaksi antara 2 host komunikasi.
Saat membangun koneksi pengguna mungkin perlu memasukkan informasi identifikasi. Selain itu session layer menentukan komunikasi yang dipakai(simplex, half duplex, atau full duplex). Selain itu session layer juga memastikan bahwa session yang dibentuk ditutup dengan benar, tidak dengan terburu buru.  Untuk pegiriman dokumen yang besar session layer akan membuat subsession yang berguna apabila koneksi putus maka dokumen akan ditransmisi ulang dari subseesion terakhir(checkpoint terakhir).
9. Jelaskan peran yang dimainkan oleh presentation layer dalam menangani data yang berbeda.
Presentation layer akan melakukan translasi format pesan antara pengirim dan penerima sehingga perbedaan format dapat teratasi.
10. Jelaskan layer tertinggi, application layer, dalam model OSI.
Application layer memungkinkan pengguna untuk mengakses ke jaringan karena layer ini menyediakan user interface untuk network application. Application layer bertanggung jawab dalam abstraksi jaringan , yakni  menyediakan abstraksi dari jaringan pokok ke pengguna akhir atau aplikasi, file transfer protocol, yakni mengijinkan pengguna untuk mengakses,download atau upload file, mail service, remote login, dan world wide web.
SINGKATAN
MAC = Media Access Control
NAK = Negative Acknowledgement
FTP =  File Transfer Protocol
ACK = Positive Acknowledgement
VCN = Virtual Circuit Number
WWW = World Wide Web

2 comments :

  1. Materi Ilmu_Komputer {23}: Network Layer Pada Internet >>>>> Download Now

    >>>>> Download Full

    Materi Ilmu_Komputer {23}: Network Layer Pada Internet >>>>> Download LINK

    >>>>> Download Now

    Materi Ilmu_Komputer {23}: Network Layer Pada Internet >>>>> Download Full

    >>>>> Download LINK

    ReplyDelete
  2. Thanks and I have a nifty proposal: What House Renovations Can You Claim On Tax home renovators

    ReplyDelete